Home Nasional Pertamina Hulu Mahakam Klaim Melebihi Target Produksi Migas

Pertamina Hulu Mahakam Klaim Melebihi Target Produksi Migas

TELENEWS. id,  JAKARTA – General Manager Pertaminan Hulu Mahakam (PHM), John Anis,  mengatakan,  Pertamina Hulu Mahakam,  selaku operator Wilayah Kerja (WK)  Mahakam dengan dukungan . SKK migas dan PT Pertaminan Hulu Indonesia selaku Induk usaha,  tetap melaksanakan operasi memproduksi gas dan minyak meskipun berasa di tengah-tengah pandemi Covid-19 tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja. 

Jhon menjelaskan bahwa produksi gas dan minyak bumi di WK Mahakam sampai Kuartal 1 2020 tetap baik,  dan sejauh ini tidak terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Kami tetap berjuang dan berdoa agar wabah ini tidak mempengaruhi kinerja produksi PHM di WK mahakam,  tetapi ke depan hal yang harus kita cermati dan menjadi keprihatinan bersama adalah dampak penurunan harga minyak mentah  dunia terhadap permintaan produksi migas kami, ” kata Jhon dalam keterangan tertulis,  Rabu (29/4/2020).

Dia menjelaskan,  hingga akhir Maret 2020 atau Kuartal 1 2020, rata-rata produksi gas WK Mahakam mencapai 6.58.5 mmscfd (welhead)  atau diatas target teknis Work Program dan Budget (WP&B) 2020 590 mmscfd. Sementara itu,  produksi likuid (minyak dan kondesat) mencapai 30,34 kbpd,  sedikir lebih tinggi daripada target teknis WP&B 2020 yakni 28,43 kbpd. Capaian ini berkat penambahan produksi daei sejumlah sumur baru yang selesai dibor pada 2019 dan telah mulai berprodukai awal tahun ini,  serta upaya pemeliharaan sumur -sumur yang ada  (workover dan well services).

Selain itu,  kata Jhon, dari sisi pendapatan bagi hasil untuk pemerintah adalah US$ 216,58 juta, masih di atas target WP&B 2020 yakni US$ 199,37 juta. Sedangkan, dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja (K3), PHM juga mencatat prestasi yakni mencapai 655 hari kerja atau 56.935.201 manhours pada 31 Maret lalu tanpa Lost Time Injury (LTI) atau tanpa kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja.

Baca juga :  PA 212 Gelar Aksi Bela Islam, Ribuan Massa Berencana Geruduk Kantor Menag Yaqut Siang Ini

Diketahui harga minyak mentah dunia telah anjlok hingga mencapai US$ 30 per barel, sebagai akibat dari banjir pasokan di pasar serta lemahnya permintaan global buntut kebijakan lockdown yang diterapkan banyak negara untuk menanggulangi penyebaran COVID-19. John berharap dalam situasi lemahnya permintaan dan harga minyak mentah dunia yang rendah, pemerintah bersedia memberikan bantuan terhadap industri hulu migas demi mengurangi tekanan.(Panjaitan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...