Home Daerah Pesona Kampung Kebo di Semarang Mulai Meredup Terkikis Oleh Zaman

Pesona Kampung Kebo di Semarang Mulai Meredup Terkikis Oleh Zaman

TELENEWS.ID – Kampung Kebo yang terletak di Kampung Sodong, kecamatan Purwosari, Mijen, Kota Semarang ini merupakan kompleks khusus yang diperuntukkan beternak kerbau saja dan terpisah dari pemukiman warga sekitar.

Sayangnya kini banyak kandang yang kosong dan tidak lagi terdengar suara lenguhan kerbau, padahal Patung anak bermain suling di atas kerbau yang berada di pintu masuk Kampung Kebo, menjadi tanda kejayaan di masa lalu.

Dimana banyak juragan atau orang kota yang menanamkan modal disini, bahkan ada juga yang menitipkan kerbau mereka disini, maklum saja bukan hanya untuk beternak saja namun juga menjadi sentral jual beli kerbau.

Semakin mirisnya lagi, kini banyak kandang-kandang kerbau yang dialih fungsikan oleh peternak menjadi kandang unggas seperti ayam, bebek dan itik, pasalnya ini lebih menjanjikan keuntungan karena bisa dijual harian. Ada juga kandang kerbau yang berubah menjadi kandang sapi, ini merupakan pesanan jelang idul adha atau acara khusus lainnya.

Alih fungsi kandang-kandang kerbau ini juga mendapatkan penuturan lain dari Rohyadi, seksi agro industri di organisasi perkumpulan Tani Mbangun Karso. Berubahnya jenis hewan ternak bukan karena alasan kerbau tidak lagi menguntungkan pasalnya tidak ada regenerasi untuk melanjutkan Kampung Kebo.

“Peternak hilang bukan karena gak untung lagi beternak kerbau. Lebih disebabkan karena tidak ada generasi penerus peternak kerbau di kampung ini” ujarnya parau.

Rohyadi bahkan bercerita jika dahulu Kampung Kebo sempat memenangkan lomba juara kebersihan kandang kerbau hingga tingkat nasional di tahun 1990an, kala ini Kampung Kebo dikelola oleh kelompok tani Mahesa Kredo Kota Semarang. Pasalnya ini masih berada di tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Sejarah berdirinya kampung kebo ini bermula dari warga yang merasa bahwa tidak sehat jika harus hidup berdampingan dengan kandang kerbau, pasalnya di tempat ini dulunya ada 47 rumah warga yang menyatu dengan kandang kerbau. Bahkan jumlahnya hingga 167 ekor kerbau, semuanya merupakan milik warga dari kelurahan Purwosari saja.

Sehingga pada tahun 1985, diresmikan Kampung Kebo ini, dimana akhirnya warga meninggalkan rumah mereka dan pindah ke lokasi yang tidak terlalu jauh dari sini. Nantinya setiap rumah yang ditinggalkan warga, akan diisi dengan kerbau-kerbau peliharaan mereka. Sehingga jangan heran, jika kandang-kandang disini bentuknya seperti rumah warga pada umumnya.

Namun kondisi kampung kebo kini mengalami penurunan, tepatnya setelah memasuki tahun 2015. Ini terlihat dari jumlah kandang yang semakin menurun, hal ini juga membuat jumlah peternak semakin menurun. Usut punya usut, ternyata banyak warga Purwosari yang tidak melanjutkan beternak kerbau, pasalnya anak mereka enggan meneruskan warisan keluarga tersebut.

Baca juga :  Viral 'Meteor Jatuh' di Kawah Merapi, Ini Kata LAPAN

Kini hanya tinggal 22 kandang saja dengan 16 peternak, mereka memiliki 30 ekor kerbau saja. Rohyadi juga memaparkan jika banyak peternak tidak melanjutkan beternak kerbau karena sudah tua dan meninggalkan dunia dan tidak ada generasi penerus. Selain itu, awalnya Kampung Kebo hanya diperbolehkan beternak kerbau saja.

Namun yang terjadi sekarang semua jenis hewan boleh dipelihara disini, bahkan kini didominasi oleh unggas dan sapi. Salah satu peternak yang sudah sejak awal berada di Kampung Kebo turut memberikan penjelasan terkait sepinya aktivitas di Kampung Kebo.

Tukimah (60) mengatakan jika peternak kini semakin sedikit bukan hanya tidak adanya penerus, melainkan sulitnya untuk mendapatkan pakan untuk kerbau. Sebelumnya banyak lahan persawahan yang bisa dijadikan tempat kerbau untuk mencari makan sendiri, bahkan tidak sedikit orang yang menawarkan pakan kerbau kemari. Tetapi kini area persawahan sudah dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan, inilah yang membuat pakan kerbau menjadi mahal disini.

Baca juga :  225 Nagari di Sumbar Akan Laksanakan Pilwana Serentak Wajib Terapkan Prokes

Bukan hanya persawahan saja, kawasan hutan karet yang sebelumnya menjadi tempat pengembala kerbau sudah mulai hilang berganti dengan kawasan perumahan . Hal inilah yang membuat Kampung Kebo sudah tidak cocok lagi menjadi tempat beternak kerbau, pasalnya disini suhunya menjadi panas dan kurang cocok untuk hewan seperti kerbau hidup dan berkembang biak.

Lain lagi dengan Uhyati (53) yang sudah beternak kerbau hingga 30 tahun di Kampung Kebo, mengaku bahwa beternak kerbau lebih mudah dalam hal perawatan dan pakan. Bahkan jika dibandingkan dengan sapi yang memiliki harga jual lebih tinggi, namun kenyataanya beternak kerbau juga mendapatkan keuntungan serupa.

Uhyati juga tidak menampik tidak adanya generasi muda yang mau kemari karena tempat ini kotor, tidak menjadi lokasi menyenangkan dan memberikan banyak keuntungan. Dimana anak muda tidak suka dengan pekerja tersebut, bahkan anak muda di sekitar Kampung Kebo lebih suka bekerja di pabrik atau mengadu nasib di kota besar.

Kampung Kebo di Kota Semarang menjadi salah satu potret warisan budaya dalam bidang peternakan yang tidak lagi dianggap hal menguntungkan bagi generasi muda. Dimana anak muda lebih suka dengan hal baru yang terlihat menguntungkan, padahal sejak dahulu peternak kerbau terkenal menjadi salah satu priyayi yang terpandang dengan limpahan harta di desa. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Desa Wisata Ini Diprediksi Bakal Hits di Tahun 2022, Yuk Simak Apa Saja Daftarnya

TELENEWS.ID - Banyak solusi ketika Anda ingin mencari destinasi liburan bersama keluarga ataupun teman-teman dengan tema desa wisata. Saat ini trend mengunjungi...

Pemerintah Enggan Rekrut CPNS di Tahun 2022, Ternyata Ini Alasannya

TELENEWS.ID - Banyak informasi mengenai Pemerintah yang tidak akan melakukan perekrutan CPNS di tahun 2022. Kemudian dari aspek penambahan jumlah ASN juga...

Salah Satunya Bikin Awet Muda, 5 Alasan Kamu Harus Pakai Serum Vitamin C Mulai Dari Sekarang!

TELENEWS.ID - Serum menjadi salah satu skincare yang sekarang menjadi salah satu kebutuhan wanita masa kini. Rasanya perawatan wajah tak akan lengkap...

Berkaca Dari Supir Kecelakaan Maut Balikpapan, Ini 5 Tips Agar Tak Bangun Kesiangan

TELENEWS.ID - Berbagai fakta mengejutkan terungkap pasca kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi. Salah satunya,...