Home Teknologi App Platform Digital CommonPass Untuk Kemudahan Penerbangan Internasional

Platform Digital CommonPass Untuk Kemudahan Penerbangan Internasional

TELENEWS.ID – Selama pandemi, banyak penerbangan mengurangi perjalanan lintas negara dengan harapan bisa menghentikan penyebaran Covid-19. Diketahui, pada awal April 2020 sebanyak 194 negara menerapkan pembatasan visa dan 143 negara menutup perbatasan mereka, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Menurut Bank Sentral Eropa, hal tersebut memiliki dampak ekonomi yang cukup signifikan terhadap beberapa negara. Misalnya, ekspor jasa Eropa turun 10,6% dan impor jasa turun 3,3% pada Maret 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketika memasuki babak baru dalam masa transisi new normal, banyak negara perlahan-lahan membuka jalur penerbangan Internasional secara bertahap dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, di antaranya memberlakukan pedoman khusus tentang keselamatan dan jarak sosial. Bahkan, banyak masyarakat sangat menantikan operasi penerbangan kembali normal.

Untuk mendukung program tersebut, sebuah kartu kesehatan digital bernama CommonPass akan segera diluncurkan dan masih dalam uji coba di Eropa pada Desember 2020. Tujuannya adalah untuk memudahkan perjalanan Internasional selama pandemi Covid-19. CommonPass dikembangkan oleh Commons Project Foundation bekerja sama dengan World Economic Forum, sebuah lembaga swadaya masyarakat dan organisasi Internasional berbasis di Swiss yang memberikan pelayanan platform digital.

Hal ini dilakukan, lantaran sulitnya para petugas bandara di perbatasan mempercayai hasil lab atau catatan vaksin dari negara lain karena keterbatasan informasi. Bahkan beberapa di antaranya dicetak dengan menggunakan bahasa asing yang didapatkan dari hasil lab yang tidak terdaftar dan tidak bersertifikasi. Sehingga tidak adan rasa percaya terhadap data kesehatan dari negara lain, serta banyak pula negara yang masih perlu menerapkan karantina selama pandemi berlanjut.

Aplikasi CommonPass bertujuan mengembalikan kepercayaan pada industri penerbangan dengan memungkinkan penumpang untuk membuktikan mereka bebas Covid-19.

Baca juga :  Perusahaan Media Sosial Berkomitmen Pentingkan Keamanan Pengguna Wanita

Melansir Lonely Planet, Kamis (3/12), diketahui sejumlah maskapai Internasional besar seperti JetBlue, Lufthansa, Swiss International Airlines, United Airlines dan Virgin Atlantic ikut andil dalam peluncuran platform digital tersebut.

Cara menggunakannya, Anda harus mengunduh aplikasi CommonPass terlebih dahulu, yang akan tersedia di ponsel Android dan iOS. Kemudian Anda diminta melakukan tes Covid-19 di lab yang telah terverifikasi, selanjutnya membagikan hasilnya di CommonPass. Lalu ikuti petunjuk langkah-langkah penyaringan yang diatur oleh negara tujuan.

Setelah informasi kesehatan mereka dipastikan sesuai dengan persyaratan masuk ke negara tujuan, CommonPass membuat kode QR yang dapat dilihat di ponsel atau dicetak. Hal ini membuat perjalanan wisatawan menjadi lebih mudah dengan membawa sendiri hasil tes Covid-19 dalam format yang telah distandarkan dan mudah dikenali para petugas. Staf maskapai penerbangan, petugas bandara, dan petugas kesehatan lainnya kemudian dapat memindai kode tersebut untuk memastikan semua sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.

Platform digital ini dapat disinkronisasi sehingga mempermudah untuk memperbaharui persyaratan yang berlaku pada masing-masing negara saat pandemi masih berlangsung. Dan aplikasi ini juga mematuhi kebijakan privasi seperti peraturan perlindungan data umum atau General Data Protection Regulation (GDPR).

Baca juga :  Perusahaan Media Sosial Berkomitmen Pentingkan Keamanan Pengguna Wanita

CommonPass telah diuji coba pada penerbangan Cathay Pacific Airways dalam penerbangan dari Bandara Internasional Hong Kong menuju Bandara Internasional Changi Singapura dan United Airlines dalam penerbangan dari Bandara Heathrow London ke Bandara Internasional Newark Liberty.

Setelah uji coba ini, CommonPass akan diperluas pemakaiannya pada penerbangan dan rute tambahan di Asia, Afrika, Amerika, Eropa dan Timur Tengah yang dimulai pada awal 2021.

Penulis: Dwi Eppy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...