Home Indepth PLN Bangkrut, Direksi,Pemerintah, DPR RI ,Semuanya "Ngeles"! Ada Apa?

PLN Bangkrut, Direksi,Pemerintah, DPR RI ,Semuanya “Ngeles”! Ada Apa?


Oleh : Ahmad DaryokoKoordinator INVEST.


TELENEWS.id. JAKARTA- Terkait berita detikfinence,kompas.com, katadata dan lainnya yang terbit media Juni 2020 yang memuat PLN rugi Rp 38.8 T pada Kwartal I 2020, maka kalau Pemerintah mau jujur sebenarnya PLN  saat ini hanya berfungsi sebagai “brocker” Pemerintah yang bertugas membayar tagihan Kartel MBMS  kepada Konsumen yg totalnya Rp 38,8 T itu.


Mengapa demikian ? Karena mulai awal tahun 2020 kelistrikan Jawa-Bali sepenuh nya sudah dikuasai swasta (Pembangkit IPP oleh Aseng/Asing yang di dalamnya ada LBP, JK, ET, D.I, 9 Naga sedangkan  ritail oleh D.I, TW, 9 Naga dll ) dan mereka saat ini sdh membentuk KARTEL LISTRIK JAWA-BALI. Dengan demikian kelistrikan Jawa-Bali sudah dalam kondisi mekanisme pasar bebas ( MBMS = Multi Buyer and Multi Seller) yang dikuasai Kartel diatas. 


Sehingga sebenarnya semuanya sdh sepenuhnya dibawah otoritas Kartel itu !  Berapapun tarip listrik yang akan diterapkan, sepenuhnya terserah Kartel itu. 

Tapi mengingat terjadi gejolak kenaikan tagihan listrik saat transisi “penguasaan” listrik dari PLN ke Kartel bbrp waktu yang lalu, maka Pemerintah terpaksa membayar ongkos MBMS sebesar Rp 38,8 T tersebut.
Boleh saja DIRUT PLN bercerita bahwa Kwartal I tahun yl PLN untung Rp 4,1 T dan saat ini rugi Rp 38 T karena Covid, dollar dst. Tapi ingat Covid dll itu hanya alasan teknis. Faktor yang dominan itu karena perubahan System . 


Ingat rugi Rp 38,8 T itu satu Kwartal. Padahal biasanya itu kerugian rata2 PLN satu tahun. Bahkan Kwartal I tahun 2019 PLN masih bisa untung Rp 4,1 T.
Sekali lagi perbedaan yg mencolok tersebut bukan se mata-mata hal teknis, tetapi karena perubahan system dari PLN sebagai “Single Buyer” ke “Multi Buyer and Multi Seller” System dimana peran PLN akhirnya hilang, karena PLN Jawa-Bali akhirnya hanya sbg penjaga tower atau “kuli panggul” yang menghantarkan listrik dari juragan pembangkit IPP ke juragan ritail.

Baca juga :  SUB holding Anak Perusahaan Pertamina Mengalir Sampai IPO?


Secara ber ulang-ulang disampaikan bahwa MBMS secara alami akan muncul karena :


1. Larangan Menteri BUMN agar PLN tdk kelola pembangkit (Majalah Tempo 14 Des 2019, YouTube Kuliah Umum Men BUMN di Richcarlton, Jawa Pos 16 Mei 2020). Instruksi ini dipatuhi PLN dng mem “pensiun” kan 15.000 MW pembangkitnya di Jawa-Bali.
2. Saat ini pengadaan stroom pembangkit Jawa-Bali dilakukan secara tender komponen “C” (bahan bakar) oleh P2B ( yg ada di Cinere itu ) dan semuanya oleh pembangkit IPP.


3. PLN Jawa-Bali hanya sbg pihak yang menyewakan jaringan Transmisi dan Distribusi ( sesuai rapat tgl 4 Februari dan 5 Mei 2020 ) untk dipakai sebagai sarana mekanisme MBMS. 
KESIMPULAN :


1). Lonjakan biaya operasi kelistrikan yg “diterjemahkan” sebagai kerugian PLN Rp 38,8 Triliun pada Kwartal I 2020 itu, sebenarnya merupakan tagihan dari Kartel listrik swasta dlm System  MBMS ke konsumen (masyarakat). Tetapi krn menimbulkan gejolak maka Pemerintah instruksikan ke PLN  untuk segera membayarnya dan di “setting” sebagai kerugian pada Kwartal I 2020. 


Bisa dibayangkan kalau setiap Kwartal Pemerintah c.q PLN harus bayar rata-rata Rp 38 Triliun ke Kartel MBMS (Konspirasi oknum pejabat, Asing/Aseng, Taipan semacam 9 naga dll ), berapa besar ongkos Kelistrikan yang harus dikeluarkan Negara ( dan pasti berhutang ) guna menyelamatkan Rezim ini dari gejolak rakyat dari sektor ketenagalistrikan ?

Baca juga :  Dendam Cina Hampir Terbalaskan, Mungkinkah Sosok Raden Wijaya Muncul Kembali?


2).Kejadian-kejadian diatas sulit terungkap ke publik karena sudah menjadi “bancakan” dan penghasilan para oknum pejabat, baik Pemerintahan, DPR, Parpol, pemilik media mainstream  ( Tv, koran, majalah, on line dan lainnya) . Sehingga dipastikan Media mainstream pun enggan mengunggah nya karena merekapun merupakan bagian dari “Oligarkhi” ini.


3). Sehingga agar maklum kalau DPR pun sampai saat ini hanya ber “wacana” teknis bila adakan RDP dng PLN !


4). Kalau kondisi seperti ini dibiarkan teruss maka ini semua akan menjadi  “bom waktu” yang mengancam DIS INTEGRASI BANGSA !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Agar Tak Salah Pilih, Pertimbangkan 5 Faktor Ini Dulu Sebelum Membeli Tote Bag!

TELENEWS.ID - Praktis, simpel, dan memiliki banyak desain menjadikan tote bag sebagai pilihan banyak orang. Belakangan ini tas jinjing atau tote bag...

Belajar Dari Marshanda, Lakukan 5 Hal Ini untuk Membantu Teman yang Mengalami Masalah Kesehatan Mental

TELENEWS.ID - Artis Marshanda dikabarkan menghilang saat sedang berada di Los Angeles, Amerika Serikat. Hal ini diketahui saat salah satu teman Caca,...

Arumi Bachsin Dituding Menolak Bersalaman, Ternyata Ada Risiko Kesehatan Dibalik Kebiasaan Berjabat Tangan

TELENEWS.ID - Artis sekaligus istri wakil gubernur Jawa Timur, Arumi Bachsin menjadi sorotan warga net. Pasalnya beredar video yang menunjukkan bahwa istri...

Hati-hati, Inilah Minuman yang Meningkatkan Risiko Kanker Prostat pada Pria!

TELENEWS.ID - Salah satu gangguan kesehatan yang paling ditakuti oleh pria adalah kanker prostat. Dikenal sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam, kanker...