Home Daerah Polemik Pungli di Solo, Dipecat Walikota Tapi Dilindungi Masyarakat

Polemik Pungli di Solo, Dipecat Walikota Tapi Dilindungi Masyarakat

TELENEWS.ID – Pungutan Liar atau pungli nampaknya masih saja terjadi di lingkungan masyarakat, terlebih di daerah. Bahkan kasus pungli yang terjadi di kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, tergolong aneh.

Jika kebanyakan masyarakat melaporkan pungli dan mendapatkan respons dari pemimpin daerah dengan adanya tindakan tegas, tetapi masyarakat Gajahan menolak dan mengajukan protes dengan keputusan penonaktifan dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Kejadian ini bermula saat Gibran mendapatkan informasi adanya pungli berkedok penarikan zakat, bahkan memiliki surat edaran resmi dengan adanya tanda tangan dari lurah Gajahan. Hal ini membuat Gibran memanggil lurah tersebut yang kini telah diketahui identitasnya bernama Suparno.

Kegiatan bermodus pengumpulan zakat ini bahkan dilakukan oleh Perlindungan Masyarakat (linmas) Gajahan. Hingga akhirnya Gibran memberikan hukuman berupa membebastugaskan lurah tersebut dan memberikan surat peringatan atau SP 1 pada oknum linmas yang melakukan tindakan pungli.

Bukan itu saja Gibran juga memutuskan untuk mengembalikan semua uang yang sudah dikumpulkan oleh linmas, dimana mengaku telah mengumpulkan hingga Rp11,5 juta. Gibran juga meminta maaf pada masyarakat yang menjadi korban pungli tersebut.

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, ikut angkat bicara. Kegiatan pungli ini memang sudah jadi kebiasaan bahkan tradisi di Solo, termasuk yang ada di Gajahan.

“Mereka dapatkan dari itu (pungli), pitulasan (tujuh belasan- kemerdekaan RI, red.) ngubengke (ambil pungutan), hari raya ngubengke. Natal tidak tahu ngubengke atau tidak. yang besar yang bakdo (lebaran) dan pitulasan” ujar Teguh pada Sabtu (01/05/2021).

Tetapi apa yang terjadi Gajahan justru sebaliknya, kebijakan dari Gibran dan penjelasan dari Teguh tampaknya salah di mata masyarakat. Ini terbukti dengan adanya bentangan spanduk bertuliskan “Lurah hebat kok dipecat‼!” “#savelinmas” “Save Suparno”, protes ini nampaknya menolak keputusan penonaktifan lurah Suparno.

Baca juga :  Kemendikbud Dorong Kuliner Garut Jadi Destinasi Wisata Edukasi Budaya

Pembenaran suara protes ini datang dari salah satu ketua RT dari Kelurahan Gajahan, Joko Purwanto. Ia mengaku sebagai warga Gajahan tidak terima dengan pemberhentian Suparno, bahkan masyarakat membentangkan spanduk penolakan di pagar kantor kelurahan sebagai bentuk protes dan dukungan pada lurah mereka.

“Enggak terima lah masyarakat lurahnya dipecat” ujar Joko lantang.

Ia mengaku masyarakat sendiri yang membuat inisiatif untuk memasang spanduk dan tulisan-tulisan bernada protes di pagar kelurahan setelah tahu jika lurahnya diberhentikan oleh Gibran. Bahkan ini dilakukan pada dini hari, Senin (03/05/2021).

Bukan itu saja, warga Gajahan bersama pengurus PKK akan mengharap Gibran untuk menyuarakan pendapatnya mengenai Suparno, ini dibuktikan dengan membawa tanda tangan seluruh masyarakat yang menyuarakan protes tentang pemberhentian Suparno.

Baca juga :  Tradisi Makepung; Lomba Balap Kerbau Khas Pulau Bali

Joko juga menceritakan jika Suparno dekat dengan warga, bahkan sering kali menutup biaya kegiatan masyarakat dengan kantong pribadinya. Bukan itu saja, Joko juga membeberkan kalau uang kebersihan seringkali dibayar Suparno terlebih dahulu, ini terjadi kalau ada warga yang belum bisa bayar uang iuran.

Tentang adanya pungli berkedok zakat fitrah, Joko membenarkan adanya tindakan tersebut, tapi ini sudah berlangsung sejak lama, sebelum Suparno menjabat. Ia menyesalkan keputusan Gibran untuk memecat Suparno, menurutnya ini tidak adil. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

TELENEWS.ID - Hubungan Celine Evangelita dengan ibundanya, Vicentia Nurul kembali memanas. Belum lama ini Vicentia membongkar aib Celine, terkait kandasnya rumah tangga...

Jakarta International Stadium: Mega Proyek yang Dilalui 5 Orang Gubernur DKI

TELENEWS.ID - Jakarta International Stadium atau JIS adalah salah satu mega proyek Indonesia yang menyimpan banyak makna. Tidak hanya sarat dengan capital...

Jangan Panik, Ini Tips untuk Mengatasi Anak-anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Buah

TELENEWS.ID - Anak-anak memang tidak begitu menyukai buah dan sayuran. Padahal kedua jenis makanan itu merupakan sumber serat yang baik bagi kesehatan...

Rachmat Gobel Diisukan Jadi Menteri Pertanian?

TELENEWS.ID - Nama Rachmat Gobel belakang santer diisukan akan menjadi jajaran kabinet Presiden Jokowi. Rumor tersebut adalah pertimbangan dari beberapa pengamat politik...