Home Nasional Polri Tindak Tegas Pelanggaran PPKM Tanpa Pengecualian!

Polri Tindak Tegas Pelanggaran PPKM Tanpa Pengecualian!

TELENEWS.ID – Polri menyatakan sikap bertindak tegas selama pelaksaan PPKM Darurat yang diberlakukan mulai 3-20 Juli 2021. Dimana akan memberlakukan tindak tegas pada siapapun yang melanggar aturan PPKM Darurat tanpa terkecuali.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono, yang mengatakan penegakan aturan PPKM Darurat tidak akan pandangan bulu, siapapun yang bersalah akan dijatuhi hukuman sesuai ketentuan yang berlaku, hal ini tidak akan berpengaruh dengan keterlibatan dengan kerabat jenderal (perwira tinggi).

“Petugas akan tegas dalam menegakkan aturan dalam PPKM Darurat di lapangan” tegas Rusdi pada Selasa (06/07/2021).

Hal ini menjadi penegasan jika tidak ada satupun warga negara Indonesia maupun warga asing yang ada di Indonesia dalam kondisi PPKM Darurat bisa luput dari aturan hukum jika terbukti melakukan pelanggaran terkait aturan PPKM Darurat yang diterapkan di Pulau Jawa dan Bali.

Rusdi mengaku geram dengan video yang viral di media sosial, dimana ada seorang remaja yang melakukan pelanggaran PPKM dengan tidak menggunakan masker tetap mengelak dan menantang petugas saat akan diberikan hukuman, bahkan mengaku masih memiliki hubungan kekerabatan dengan jenderal bintang tiga.

Dilansir dari media sosial Instagram, akun milik Trantib Kecamatan Ciputat @trantibciputatofficial, ini memperlihatkan seorang remaja laki-laki nampak berani adu mulut dengan petugas aparat yang sedang melakukan penertiban protokol kesehatan (prokes).

Laki-laki yang mengenakan jaket loreng bercorak tentara ini berani dengan petugas karena memiliki hubungan kekerabatan dengan jenderal bintang dua, bahkan menantang petugas untuk menelpon saudaranya tersebut. Laki-laki ini berdalih, Ia adalah seorang sepupu dari jenderal tersebut dan tidak mau mendapatkan penindakan oleh petugas terkait dengan pelanggaran PPKM Darurat, karena berkeliaran tidak jelas dan tidak menggunakan masker.

Baca juga :  WALHI Menilai Pemerintah Tidak Serius Mengatasi Berbagai Krisis

Rusdi pun menjanjikan bahwa petugas akan berlaku tegas dan netral, dimana akan tetap melakukan proses hukum yang berlaku pada pelanggar PPKM Darurat yang mengaku memiliki hubungan kekerabatan dengan jenderal bintang dua tersebut.

Ini akan jadi langkah bagus untuk menghapus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), dimana hal ini sudah mengakar di semua lini instansi masyarakat, bahkan ini juga kabarnya sudah masuk ke tubuh kepolisian, sehingga terkesan memberikan penegakan hukum yang tebang pilih, hanya pada mereka yang tidak punya pengaruh yang akan merasakan hukuman.

Jika memang benar apa kata Rusdi, sudah pasti laki-laki yang mengaku punya hubungan kekerabatan dengan jenderal bintang dua di kepolisian ini akan dikenakan sanksi tegas, pasalnya dalam aturan PPKM Darurat, hanya mereka yang dengan keperluan sangat mendesak saja yang bisa keluar dari rumah dengan syarat dalam kondisi yang sehat dan siap menerapkan protokol kesehatan ketat. (Chairunisa )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...