Home Gaya hidup Populasi Manusia Membludak, Serangga Berpotensi Jadi Sumber Pangan Masa Depan

Populasi Manusia Membludak, Serangga Berpotensi Jadi Sumber Pangan Masa Depan

TELENEWS.ID – Populasi manusia diprediksi akan semakin bertambah dalam beberapa puluh tahun ke depan. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan kurangnya bahan makanan, sehingga sejumlah alternatif pangan pun mulai dipertimbangkan, seperti serangga misalnya. 

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dewasa ini membuat sektor pembangunan di seluruh dunia juga meningkat secara signifikan dan semakin menambah populasi manusia. Hal ini bakal cukup berimbas pada lingkungan hidup, dan dapat membuat lahan pertanian, air, hutan dan sumber daya alam menipis. 

Untuk menanggulangi hal tersebut, para ilmuwan pun mulai memikirkan solusi alternatif bahan pangan bagi manusia, salah satunya serangga. Di beberapa negara, serangga memang telah diolah menjadi bahan makanan bahkan sejak zaman tradisional, namun mereka hanya dianggap sebagai makanan pelengkap dan tidak hadir dalam jumlah besar dan dikonsumsi secara umum.

Serangga seperti cacing, jangkrik, belalang, dan ulat telah terbukti memiliki kandungan zat protein, asam amino dan vitamin yang baik bagi tubuh manusia. Pembudidayaan hewan tersebut juga bakal memakan biaya lebih hemat ketimbang hewan ternak yang ada saat ini, seperti sapi, ayam, kambing, babi dan sejenisnya.

Belakangan, para ahli menemukan satu jenis serangga lagi yang amat cocok dibudidayakan sebagai bahan pangan alternatif, yakni cicada atau tonggeret. Serangga bersayap yang mengeluarkan suara khas dan nyaring ini dapat ditemui dengan mudah di berbagai negara seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dikutip dari harian Mashed, cicada bisa diolah menjadi berbagai hidangan mulai dari camilan, makanan pembuka bahkan dapat juga diolah sebagai campuran untuk minuman. Sejumlah ahli bahkan mengklaim cicada memiliki citarasa mirip udang, namun lebih gurih, renyah dan nikmat sehingga sangat cocok diolah sebagai snack atau kudapan ringan.

Baca juga :  Workaholic Bukan Pekerja Keras

Namun sayangnya, cicada rupanya dapat menjadi pemicu gejala alergi terutama pada orang-orang yang memiliki alergi pada makanan tertentu, terutama hidangan laut atau seafood.  

Cicada diketahui memiliki ciri fisiologi yang menyerupai kerang. Ini yang menjadi alasan mendasar para peneliti tidak menyarankan cicada bagi mereka yang alergi terhadap udang, kepiting, lobster serta makanan laut lain yang bercangkang.

Dalam beberapa tahun belakangan, pasar penjualan serangga sebagai makanan sudah marak, bahkan meningkat secara signifikan. Global Market Insights menyatakan bahwa pasar serangga yang dapat dimakan manusia secara global akan meningkat sebesar 23,8 persen dari tahun 2018 hingga 2023.

Varian produknya pun tidak selalu dalam wujud serangga utuh, melainkan dapat dijadikan dalam bentuk lain semisal tepung, serbuk, coklat, permen, batang protein, berbagai jenis camilan dan minuman, minyak, dan lain sebagainya. Di Indonesia sendiri, jangkrik telah dijual di beberapa daerah sebagai kudapan ringan.(Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...

Kementerian PUPR Antisipasi Banjir di Mandalika

TELENEWS.ID - Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu...

Tetap Cantik Saat Touring, Ini 6 Tips Menjaga Kulit dan Rambut untuk Para Lady Biker

TELENEWS.ID - Kesan garang dan tangguh dari seorang lady biker memang tak bisa untuk dipungkiri. Ini karena touring dengan motor umumnya dilakukan...