Home Gaya hidup Positive Thinking Ternyata Bisa jadi Toxic dan Berbahaya, Ini Alasannya!

Positive Thinking Ternyata Bisa jadi Toxic dan Berbahaya, Ini Alasannya!

TELENEWS.ID – Positive thinking, mungkin kita sering sekali mendengar istilah ini. Katanya agar tak terlalu overthinking dan menghadapi masalah dengan lebih mudah, positive thinking menjadi sikap yang kita perlukan. Namun tahukah kamu rupanya sikap positive thinking bisa jadi toxic dan membahayakan dirimu sendiri?

Apapun yang berlebihan itu tentu tidak baik. Karena itulah terlalu bersikap positive thinking, bisa menjadi bumerang yang melukai dirimu sendiri. Menjadi positif itu baik tetapi menekan emosi agar selalu terlihat positif itu sangat toxic dan bisa merugikan dirimu sendiri.

Gabriele Oettingen, seorang profesor psikologi di Universitas New York dan Universitas Hamburg yang telah menghabiskan hampir 20 tahun meneliti mengenai positive thinking, memperingatkan bahwa sikap ini bisa sangat berbahaya dan toxic jika sampai emosi kita yang sebenarnya jadi terabaikan dan dianggap tidak valid.

Dua dekade lalu, Gabriele melakukan penelitian di mana dia melihat pemikiran positif di antara wanita yang terdaftar dalam program penurunan berat badan. Dalam penelitian ini, dia mendorong para partisipan untuk membayangkan berat badan ideal mereka, untuk memikirkan hal-hal positif tentang diri mereka dan tubuh mereka.

Namun setelah beberapa waktu menguji teori ini, Gabriele dapat memastikan bahwa pemikiran positif mengenai bentuk tubuh ideal itu tidak berhasil. Dia meminta para wanita yang terdaftar dalam program penurunan berat badan untuk membayangkan skenario terbuka, tentang bagaimana mereka menilai seberapa positif atau negatif yang mereka rasakan mengenai tubuh mereka.

Ketika dia menindaklanjuti mereka setahun kemudian, Gabriel menemukan bahwa semakin positif wanita membayangkan diri mereka memiliki tubuh yang ideal, justru semakin sedikit berat badan yang mereka turunkan.

Gabriel juga menemukan fakta bahwa terlalu berpikir positif mengenai suatu hubungan yang sempurna dan romantis dengan pasangan, justru membuat seseorang bisa menemukan kebahagiaan dalam hubungan tersebut.

Baca juga :  5 Zodiak Paling Keras Kepala dan Tak Mau Mengakui Kesalahan Mereka, Kamukah Salah Satunya?

“Sama untuk hubungan romantis, semakin positif orang berfantasi tentang berkumpul dengan orang yang mereka sukai, semakin kecil kemungkinan mereka benar-benar akan memulai hubungan romantis” terang Gabriel.

Lebih dari itu, Gabriele juga menemukan bahwa berpikir positif sebenarnya bisa berbahaya bagi kesehatan mental kita dalam jangka panjang.

Sementara itu Shweta Sharma konsultan psikolog klinis di Rumah Sakit Columbia Asia, Gurugram mengatakan bahwa selalu berpikir positif dan menekan emosi sendiri bisa memicu timbulnya toxic positivity.

“Gagasan atau praktik yang secara sadar mendorong diri sendiri untuk berpikir positif, berpikir bahagia bahkan dalam situasi yang merugikan hanya untuk meminimalkan rasa sakit dan realitas nyata kehidupan, adalah yang kita kenal dengan toxic positivity,” kata Dr. Sharma.

Sharma menambahkan bahwa toxic positivity ini, meremehkan dan mempermalukan emosi dan perasaan seseorang. Sama seperti kondisi toxic lainnya, hal ini bisa menjadi berbahaya bagi kesehatan mental seseorang jika dilakukan secara berlebihan.

Baca juga :  Inilah Pola Makan yang Membantu Turun Berat Badan dengan Cepat

“Ketika kepositifan dipaksa untuk menutupi atau membungkam pengalaman manusia, inilah yang disebut toxic positivity” kata dokter Sharma. Menurutnya, seharusnya manusia tidak perlu merasa malu atau menutupi emosi-emosi negatif yang mungkin mereka rasakan dalam hidup.

“Emosi seperti rasa sakit, khawatir, patah hati, dan ketakutan adalah aspek normal dalam kehidupan manusia. Tidak ada salahnya jika kamu mengungkapkannya secara terbuka. Tetapi sifat toxic positivity memberitahu bahwa tidak ada ruang untuk mengungkapkan perasaan negatif seperti itu, dan bahwa mengekspresikan emosi seperti itu adalah hal yang buruk,” tambahnya lagi. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...