Home Internasional Presiden Iran Peringatkan Badan Pengawas Nuklir PBB Beresiko Kehilangan Kemandirian

Presiden Iran Peringatkan Badan Pengawas Nuklir PBB Beresiko Kehilangan Kemandirian

Presidem Iran, Hassan Rouhani (ist)

TELENEWS.id, IRAN – Presiden Iran Hassan Rouhani, Rabu (24/6) memperingatkan bahwa badan pengawas nuklir PBB berisiko kehilangan kemandiriannya setelah menetapkan resolusi yang mendesak pemberian akses ke dua lokasi yang diduga pernah menjadi tempat kegiatan nuklir Iran.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina meloloskan resolusi yang diajukan negara-negara Eropa pekan lalu, yang meminta Iran agar membantu memperjelas apakah berbagai aktivitas nuklir yang tidak dilaporkan negara itu berlangsung di lokasi-lokasi tersebut pada awal 2000-an.

Tetapi Iran menyatakan permintaan IAEA bagi akses tersebut tidak memiliki landasan hukum dan didasarkan pada tuduhan dari musuh bebuyutannya, Israel.

Rezim Zionis dan Amerika menekan badan PBB itu untuk menyelidiki sesuatu yang berkaitan dengan masa 18 hingga 20 tahun silam, kata Rouhani dalam rapat kabinet yang ditayangkan televisi. “Mereka memperdaya badan tersebut, menyesatkannya,” lanjut Rouhani, seperti dikutip VOA

menambahkan, Iran berharap IAEA dapat mempertahankan kemandiriannya dan memperingatkan bahwa Israel serta AS merusak reputasi badan PBB itu.

Rouhani juga mengecam tiga negara Eropa yang mencapai perjanjian nuklir dengan Iran, Inggris, Perancis dan Jerman, karena mengajukan resolusi itu dan “mencemari mereka sendiri tanpa alasan” dengan bekerja sama dengan Israel dan AS.

“Kami tidak mengharapkan ini dari negara-negara Eropa,” katanya seraya memuji China dan Rusia, juga penandatangan perjanjian nuklir itu, karena bersikap menentang resolusi tersebut.

Iran bersepakat dengan lima negara tersebut plus AS pada tahun 2015 untuk membatasi program nuklirnya, dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi. Tetapi kesepakatan itu goyah sejak Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian itu dan secara sepihak memberlakukan kembali sanksi-sanksi pada tahun 2018.

eheran telah mengkritik Eropa karena gagal memberi manfaat ekonomi yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut dan telah mundur dari beberapa komitmennya sebagai pembalasan atas keluarnya AS.

Baca juga :  Dinilai Salah Tentang Covid-19,Donald Trump Akan Menahan Dana Untuk WHO

Rouhani mengatakan Iran akan terus bekerja sama dengan IAEA berkenaan dengan inspeksi yang legal (VOA)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Belajar Dari Marshanda, Lakukan 5 Hal Ini untuk Membantu Teman yang Mengalami Masalah Kesehatan Mental

TELENEWS.ID - Artis Marshanda dikabarkan menghilang saat sedang berada di Los Angeles, Amerika Serikat. Hal ini diketahui saat salah satu teman Caca,...

Arumi Bachsin Dituding Menolak Bersalaman, Ternyata Ada Risiko Kesehatan Dibalik Kebiasaan Berjabat Tangan

TELENEWS.ID - Artis sekaligus istri wakil gubernur Jawa Timur, Arumi Bachsin menjadi sorotan warga net. Pasalnya beredar video yang menunjukkan bahwa istri...

Hati-hati, Inilah Minuman yang Meningkatkan Risiko Kanker Prostat pada Pria!

TELENEWS.ID - Salah satu gangguan kesehatan yang paling ditakuti oleh pria adalah kanker prostat. Dikenal sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam, kanker...

Kompetisi Sepak Bola Dalam Negeri Malah Meredam Prestasi di Kancah Internasional

TELENEWS.ID – Sepak Bola merupakan salah satu olahraga peringkat pertama yang menjadi favorit bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia. Pesta sepak bola di...