Home Gaya hidup PTM 100 Persen Mulai Dilaksanakan, Ini 5 Tips Mengatasi Kecemasan Anak Saat...

PTM 100 Persen Mulai Dilaksanakan, Ini 5 Tips Mengatasi Kecemasan Anak Saat Kembali Sekolah Lagi

TELENEWS.ID – Tahun baru 2022 dimulai dengan kabar bahwa beberapa sekolah di Indonesia boleh melaksanakan PTM atau Pertemuan Tatap Muka 100 persen. Ini artinya anak-anak tak lagi belajar secara shift namun sudah diizinkan untuk masuk bersama-sama dengan jatah jam belajar maksimal 6 jam setiap harinya.

Penerapan PTM 100 persen di beberapa wilayah di tanah air disambut pro dan kontra dari berbagai pihak. Banyak yang mendukung lantaran sistem pembelajaran ini lebih efektif daripada sistem shift. Namun tak sedikit yang kontra dikarenakan ancaman varian Omicron yang masuk ke Indonesia.

Kemendikbud sendiri memiliki alasan mengapa beberapa daerah mendapatkan izin untuk melaksanakan PTM 100 persen. “Dalam beberapa bulan terakhir tahun 2021, sudah banyak progres kondisi pandemi (Covid-19) juga membaik, situasi PPKM juga menurun,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Suharti.

Selain virus COVID-19 yang dianggap mulai mereda dan vaksinasi yang sudah hampir menyentuh seluruh warga negara Indonesia, Kemendikbud merasa bahwa pembelajaran daring selama masa pandemi telah memberikan pengaruh negatif pada sistem pendidikan di tanah air.

“Sebagai contoh saja anak-anak yang putus sekolah untuk anak SD saja ini meningkat 10 kali lipat dibanding tahun 2019,” ungkap Suharti. “Kemudian ada juga orangtua yang merasa pembelajaran jarak jauh yang diikuti oleh anaknya tidak memberikan kemampuan bagi mereka, dan merasa sama saja anak-anak tidak sekolah, jadi mereka juga tidak menyekolahkan anaknya,” lanjutnya lagi.

Namun bagi anak-anak sendiri, bukan hal mudah untuk mereka kembali sekolah dengan “normal” setelah hampir dua tahun belajar secara daring atau PJJ.
Bahka Jennifer Louie, PhD, psikolog klinis di Child Mind Institute mengingatkan tak sedikit anak-anak yang mengalami stress da kecemasan karena harus kembali ke sekolah lagi. “Hanya ada kecemasan di udara, dan saya pikir anak-anak merasakan itu. Saya pikir mereka bertanya-tanya: Apakah kita yakin aman untuk kembali? Dan apakah orang lain aman? Dan apakah aman untuk menyentuh ini itu dan sebagainya?” ujar Jennifer.

Baca juga :  Tren Fashion Hijab 2021

Karena itulah orangtua punya peran membantu anak-anak meredakan perasaan stress dan kecemasan yang mereka rasakan, saat harus kembali ke sekolah seperti sekarang ini.

  1. Memahami perasaan mereka. Jika anak memberi tahu bahwa mereka khawatir atau memiliki perasaan negatif itu, orangtua harus memahaminya dan memberi mereka ruang untuk mereka mengungkapkannya.Biarkan anak-anak mengungkapkan kecemasan mereka dengan bebas. Setelah itu berikan pelan-pelan pengertian ke mereka kalau mereka akan aman selama sekolah jika memenuhi prokes yang telah ditentukan.
  2. Komunikasi secara terbuka, apalagi jika anak-anak sudah remaja dan tahu betul kondisi yang terjadi saat ini. Jika mereka mengungkapkan ketakutan atau kecemasan, validasi perasaan mereka. Dukungan orangtua dapat membantu anak terus jujur kepada, sehingga orangtua tahu dan mampu mengatasi masalah mereka. Pada saat yang sama, yakinkan anak-anak bahwa sekolah mengikuti pedoman kesehatan masyarakat dan mereka tak perlu cemas lantaran sekolah juga menggunakan protokol yang ketat untuk anak didik mereka.
  3. Dorong anak untuk berbicara dengan teman-temannya. Cara ini dapat menghilangkan rasa takut dan membuat mereka merasa bersemangat untuk kembali ke sekolah.
  4. Ciptakan suasana positif di rumah dengan perbincangan positif tentang tahun ajaran baru, dan semua hal yang menyenangkan dan menyenangkan tentang kembali ke sekolah. Sebisa mungkin hindari menonton atau membahas mengenai pandemi di sekitar anak-anak.
  5. Mulailah mengatur jadwal tidur dan makan mereka setidaknya satu minggu sebelum kembali sekolah. Memastikan bahwa anak cukup tidur dan makan makanan yang sehat, akan membantu mereka merasa rileks dan tenang. Ingat, kurang tidur dan makan bisa membuat anak cepat marah, mudah tersinggung, dan gelisah.
Baca juga :  Lesti Ngidam Mangga Yang Dipetik Oleh Billar, Yuk Bund Kenali 4 Mitos Seputar Ngidam

Itulah 5 tips yang bisa dicoba orangtua untuk mengurangi kecemasan anak yang harus kembali ke sekolah saat PTM 100 persen ini. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...