Home Olah Raga SEA GAMES Pesta Olahraga yang Berpihak ke Tuan Rumah

SEA GAMES Pesta Olahraga yang Berpihak ke Tuan Rumah

TELENEWS.ID – SEA GAMES atau Southeast Asian Games adalah pesta olahraga tahunan yang digelar di wilayah Asia Tenggara yang penyelenggaraannya dilaksanakan selama 2 tahun sekali. Ajang ini melibatkan 11 negara yang ada di Asia Tenggara dan berada dalam pengawasan IOC atau Komite Olimpiade Internasional dan juga Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Pesta olahraga ini diadakan pertama kalinya di Bangkok pada tahun 1959 yang saat itu diadakan pada tanggal 12 hingga 17 Desember. Saat itu, Indonesia dan juga Filipina belum masuk ke dalam pesta olahraga tersebut secara resmi. Dan baru pada tahun 1977 Indonesia baru secara resmi masuk ke dalam SEA GAMES ini.

Era Keemasan Indonesia di Rezim Orde Baru

Awalnya, ajang olahraga ini hanya diperuntukkan bagi negara yang berada di kawasan semenanjung Asia Tenggara saja. Namun, Indonesia yang saat itu berada d bawah kepemimpinan Presiden Soeharto ingin menunjukkan supremasinya di Asia Tenggara. Thailand yang menjadi negara pemrakarsa pesta olahraga ini menolak keikutsertaan Indonesia.

Baru kemudian pada tahun 1977, tidak ada satu pun negara yang menjadi tuan rumah. Malaysia, yang saat itu mengajukan diri menjadi tuan rumah memberikan syarat bahwa Indonesia dan Filipina harus ikut serta dalam SEA GAMES yang sebelumnya bernama Southeast Asian Peninsula Games. Sejak saat itu, nama SEAP GAMES diubah menjadi SEA GAMES.

Indonesia masih dianggap tim kuda hitam atau underdog dalam penyelenggaraan SEA GAMES di Kuala Lumpur tersebut. Kontingen Indonesia datang ke Malaysia tanpa ada sambutan dan juga luput dari pemberitaan media. Namun siapa sangka, dalam debutnya tersebut, Indonesia mampu meraih 62 medali emas, 41 perak, dan juga 31 perunggu yang mengukuhkan diri sebagai Juara Umum.

Sejak saat itu, masa keemasan Indonesia dalam ajang SEA GAMES terus berlanjut, dan hanya gagal menjadi juara umum pada SEA GAMES tahun 1985 dan juga tahun 1995. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Presiden Soeharto yang saat itu menargetkan menteri olahraga di kabinetnya untuk mencari bibit-bibit atlet terbaik untuk menunjukkan dominasinya di Asia Tenggara.

Baca juga :  Sergio Aguero Bukan Sekedar Pencetak Gol Handal di Manchester City

Tahun 1997 menjadi puncak kemeriahan SEA GAMES sekaligus menjadi akhir dari masa keemasan Indonesia. Presiden Soeharto saat itu memperhatikan betul segala persiapan untuk ajang SEA GAMES dengan menjadi tuan rumah. SEA GAMES 1997 dikenal juga sebagai SEA GAMES yang paling meriah karena ambisi yang besar dari Presiden Soeharto saat itu.

Hanya Menjadi Ajang Pemuas Nafsu Saja

Ajang SEA GAMES ini sudah pasti berbeda dengan ajang Asian Games yang memiliki cakupan lebih luas. Apalagi jika dibandingkan dengan Olimpiade yang melibatkan hampir seluruh negara dunia. SEA GAMES hanya diikuti oleh 11 negara peserta, dan negara-negara kecil seperti Laos, Kamboja, dan juga Timor Leste hanya sebagai penggembira saja.

Negara-negara kuat seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Vietnam menjadi langganan juara dan juga mendominasi jalannya pesta olahraga tersebut. Hal demikian yang membuat ajang SEA GAMES tidak menjanjikan dari segi bisnis, karena hanya menyiarkan cabang olahraga yang populer saja seperti sepakbola, atau bulu tangkis.

Baca juga :  Dikalahkan 'Sang Mantan', Ibrahimovic Ungkap Satu Kesalahan

Sejak ajang SEA GAMES 2001 di Malaysia, hampir setiap tuan rumah menjadi juara umum. Indonesia juga termasuk salah satunya ketika mengadakan SEA GAMES pada tahun 2011 yang lalu. Hingga saat ini, hanya Laos dan juga Myanmar saja yang tidak berhasil meraih juara umum pada tahun 2009 dan juga tahun 2013. Tuan rumah pastinya melakukan segala macam cara untuk bisa mendulang medali emas sebanyak mungkin lewat cabang olahraga yang populer. Bisa dikatakan, gelaran SEA GAMES sekarang ini sudah menjadi pesta olahraga yang kurang sehat karena tuan rumah terlalu mendominasi. Ada baiknya jika beberapa waktu ke depan, komite SEA GAMES mengundang negara di luar Asia Tenggara sebagai negara tamu yang akan meramaikan persaingan di dunia olahraga dan juga supaya menghasilkan pesta olahraga yang sehat. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Waspada! Ada Aplikasi dan Web Ilegal MyPertamina, Jangan Asal Akses

TELENEWS.ID - Masyarakat perlu berhati-hati terhadap akses situs dan aplikasi MyPertamina yang dianggap ilegal. Sudah beredar situs dan aplikasi...

Hasil Kunjungan Jokowi ke Ukraina, Pembahasan Soal Perdamaian dan Kondisi Ukraina Saat Ini

TELENEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Negara Ukraina, Maryinsky, Kyiv pada Rabu (29/06/2022)...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 29 Juni 2022

TELENEWS.ID – Hari kedua babak 32 besar dalam turnamen Petronas Malaysia Open 2022 pada Rabu (29/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menghasilkan...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 28 Juni 2022

TELENEWS.ID – Turnamen tertinggi versi BWF, Petronas Malaysia Open 2022 telah digelar pada Selasa (28/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Sayangnya,...