Home Nasional Sembako Dengan Label ‘Premium’ Bakalan Kena PPN

Sembako Dengan Label ‘Premium’ Bakalan Kena PPN

TELENEWS.ID – Nampaknya pemerintah akan tetap membebankan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada bahan pangan. Terlebih untuk sembako yang memiliki label premium, dimana notabene hanya dikonsumsi kalangan menengah ke atas saja.

Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastow yang memastikan tetap adanya pemberlakukan PPN untuk sembako. Namun ini hanya menyasar pada kebutuhan yang bersifat premium seperti daging sapi premium dan beras premium, dimana kedua sembako ini hanya akan ditemukan di supermarket besar bukan di pasar tradisional.

“Dari 11 bahan kebutuhan pokok, kemungkinan yang kita kenal itu hanya daging dan beras (premium). Itu mudah ya, karena kelihatangap harganya yang cukup lebar. Kalau telur, sayur-sayuran dan telur, menurut saya masih sama saja.” Ujar Yustinus pada Kamis (01/07/2021).

Yustinus juga menampaikan dalam webinar yang bertajuk Dampak RUU PPN Terhadap Industri Strategis Nasional tersebut, PPN hanya akan diberikan pada kebutuhan pokok premium saja, bukan secara menyeluruh yang membuat masyarakat resah di tengah pandemi. Bahkan ini memang sudah rencana lama, tetapi eksekusinya tidak tepat karena dalam masa pandemi covid-19.

Ia menegaskan sembako dengan label premium tersebut hanya akan dinikmati oleh segmentasi pasar kalangan orang kaya, dimana harganya memang cukup mahal. Sehingga wajar jika akhirnya mendapatkan tambahan PPN, dimana pda RUU PPN tidak menyebutkan secara pasti, adanya RUU mendatang diharapkan PPN memiliki penyesuaian dan detail apa saja sembako yang akan dikenakan pajak.

Lantas bagaimana dengan komoditas sembako seperti lauk pauk yang dikonsumsi masyarakat secara umum, seperti daging ayam atau bebek. Ia menjelaskan jika bukan itu sasaran utama penetapan adanya tambahan PPN untuk sembako, pasalnya ini memang menyasar golongan orang kaya saja, seperti halnya adanya tambahan pajak untuk orang kaya yang mengalami peningkatan.

Baca juga :  LSM Anti-Korupsi di Jerman Surati Jokowi, Prihatin Terhadap Lemahnya KPK

Nantinya komoditas yang dikonsumsi masyarakat secara umum tidak akan dikenakan PPN sama sekali, pasalnya bersifat massive dan digunakan secara umum. Rencana RUU PPN ini hanya untuk membuat pemetaan skema pengenaan PPN multitarif yang lebih terperinci, inilah yang diharapkan menjadi sistem pajak yang lebih adil pada masyarakat luas.

Yustinus juga menyebutkan pengenaan tarif pajak di Indonesia masih jauh dibandingkan negara lainnya, padahal ada banyak sekali potensi pajak yang bisa dikenakan, tujuannya untuk memberikan keadilan pajak untuk masyarakat secara menyeluruh. Bukan untuk menyengsarakan rakyat seperti yang diduga selama ini.

Adanya rencana penyesuaian pengenaan tarif PPN ini memang menjadi ramai setelah Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memberikan pernyataan untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak tersebut. Namun sebelumnya, Sri Mulyani sudah menjelaskan ini hanya untuk sembako tertentu saja, seperti Beras Shirataki, Beras Basmati, Daging sapi Wagyu dan Daging sapi Kode. Dimana komoditas sembako tersebut hanya dikonsumsi selama oleh kalangan orang kaya saja dan tidak diberlakukan pajak yang sesuai. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Desa Wisata Ini Diprediksi Bakal Hits di Tahun 2022, Yuk Simak Apa Saja Daftarnya

TELENEWS.ID - Banyak solusi ketika Anda ingin mencari destinasi liburan bersama keluarga ataupun teman-teman dengan tema desa wisata. Saat ini trend mengunjungi...

Pemerintah Enggan Rekrut CPNS di Tahun 2022, Ternyata Ini Alasannya

TELENEWS.ID - Banyak informasi mengenai Pemerintah yang tidak akan melakukan perekrutan CPNS di tahun 2022. Kemudian dari aspek penambahan jumlah ASN juga...

Salah Satunya Bikin Awet Muda, 5 Alasan Kamu Harus Pakai Serum Vitamin C Mulai Dari Sekarang!

TELENEWS.ID - Serum menjadi salah satu skincare yang sekarang menjadi salah satu kebutuhan wanita masa kini. Rasanya perawatan wajah tak akan lengkap...

Berkaca Dari Supir Kecelakaan Maut Balikpapan, Ini 5 Tips Agar Tak Bangun Kesiangan

TELENEWS.ID - Berbagai fakta mengejutkan terungkap pasca kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi. Salah satunya,...