TELENEWS.ID – Tiongkok beberapa kali menjadi berita utama dalam satu tahun terakhir dengan apa yang dilakukan di luar angkasa, yaitu dengan mendaratkan wahana di Bulan dan Mars sehingga membuat para petinggi NASA khawatir.
Salah satu yang angkat bicara adalah Pam Melroy, mantan astronot sekaligus kandidat pimpinan NASA untuk periode berikutnya.
Belum lama ini, Pam Melroy yang berstatus sebagai wakil administrator NASA menjawab berbagai pertanyaan dari Senat AS terkait aktivitas Tiongkok di luar angkasa.
Pada dasarnya Melroy memuji Tiongkok yang mampu melakukan pendaratan di Mars dan Bulan, serta mulai merencanakan konstruksi baru untuk membuat stasiun luar angkasa di orbit rendah Bumi.
Namun Melroy mengungkapkan bahwa dia mendukung hukum yang melarang NASA bekerjasama dengan pihak Tiongkok tanpa persetujuan Kongres AS, atau dikenal sebagai Wolf Amendment.
“Tiongkok telah menunjukkan cita-citanya, yaitu mengambil kejayaan luar angkasa dari Amerika Serikat. Jadi wajar saja kami khawatir, terutama dengan potensi pencurian kekayaan intelektual dan perilaku yang tidak seharusnya di luar angkasa,” kata Melroy.
“Tapi ada kalanya demi kepentingan bersama, AS harus berbicara dengan Tiongkok.”
Pam Melroy juga membahas insiden jatuhnya roket Long March 5B milik Tiongkok pada 8 Mei lalu di perairan Maladewa. Dia menegaskan bahwa NASA memiliki praktek mitigasi sampah luar angkasa yang diikuti oleh berbagai negara sehingga NASA perlu mengkritik Tiongkok jika melanggar peraturan.
Selain Melroy, petinggi NASA lainnya yaitu Bill Nelson mengungkapkan rasa khawatir tentang perkembangan Tiongkok di luar angkasa, terlebih lagi negara ‘Tirai Bambu’ itu berencana melakukan lebih banyak misi ke Bulan.
Nelson mengatakan bahwa misi Tiongkok untuk mendaratkan manusia di Bulan seharusnya menjadi pelecut NASA untuk lebih berkembang dan bersaing, dan hal itu merujuk pada misi NASA yang pada tahun 2024 untuk mendaratkan astronot di Bulan.
Sebagai informasi tambahan, Tiongkok sukses mendaratkan rover Chang’e 4 di sisi terjauh Bulan pada 2019 lalu. Setahun kemudian, negara itu berhasil membawa sampel dari Bulan ke Bumi dengan Chang’e 5.
Dan terakhir pada pekan lalu, Tiongkok sukses mendaratkan rover Zhurong di Mars yang merupakan bagian dari misi Tianwen-1. Dengan begitu, Tiongkok menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang berhasil mendaratkan rover di planet Mars. (Dhe)