Home Gaya hidup Kesehatan Seperti Inilah Varian Covid-19 Secara Detail

Seperti Inilah Varian Covid-19 Secara Detail

TELENEWS.ID – Beberapa hari kebelakang jagat sosial media diramaikan dengan informasi detail terkait varian Covid-19 terbaru. Perlu diketahui, varian omicron merupakan varian kelima dari Covid-19. Sebelumnya ada varian Beta, Gamma, Alfa, dan Delta.

Ahli Mikrobiologi, Prof Dr Yuwono M Biomed pada Sabtu (5/2/2022) lalu mengatakan jika varian Covid pertama kali muncul yakni keluarga beta. “Dilanjutkan dengan varian Gamma. Saya inget banget muncul keluarga Gamma dengan varian 640 yang pernah terinfeksi di Jogja dan segala macam itu,” terangnya.

Keluarga Gamma ini nggak ngetop, lanjutnya, muncul kira-kira dua bulan pernah heboh terus hilang. “Bahkan Gamma tidak menimbulkan gelombang Covid,” imbuhnya.

Ada juga Alfa yang muncul di kawasan Afrika Selatan, Brazil, dan Inggris. Katanya, varian terseram muncul dari India yakni Delta yang saat itu dianggap surut pada Oktober 2021.

Pada pertengahan Desember, terus Yuwono, muncul Omicron yaitu varian kelima. “Jadi jangan kira varian ini satu. Beta, Gamma, Alfa, dan Delta itu banyak,” tegasnya.

Ia melanjutkan, Omicron sekarang ada pecahannya sendiri seperti sub-Omicron. “Dalam terminologi ilmu infeksi, sesuatu yang viral akan menjadi dominan disini,” ucapnya.

Varian empat sebelumnya, sebenarnya masih ada cuma kurang tren. “Kalah tren karena hidup di orang-orang yang menjadi tempat penularan ini akan ditempati oleh Omicron. Di kaidah infeksi ada kaidah sekunder, jika Omicron sudah masuk maka selain itu tidak akan bisa masuk,” ungkap Yuwono.

Ia memaparkan jika yang bisa masuk itu selain virus. Contohnya, jika seseorang kena Omicron lalu kena tifus atau radang tenggorokan yang mungkin akan terjadi.

“Dari kelima varian ini yang paling unik secara keilmuan yang saya dalami, itu Omicron. Karena lebih dari 30 titik dalam tubuh itu bermutasi, padahal Delta cuma tiga titik,” terangnya.

Baca juga :  Cara Menjaga Kesehatan Tulang Belakang Untuk Semua Usia

Mutasi pada satu titik minimal dua pekan terjadinya. “Jika 30 bisa dihitung kapan akan terjadinya,” kata Yuwono.

Diketahui jika dihitung-hitung Omicron akan terjadi dalam 60 pekan. “Berarti cikal bakal Omicron sudah terdeteksi dari tahun lalu dong. Yang kedua ada sesuatu memicu mutasi begitu masifnya,” paparnya.

Jadi kalau orang curiga ini merupakan sebuah rekayasa, itu bisa terjadi. “Bukan rekayasa virusnya, melainkan rekayasa perubahan wajah si virus itu. Uniknya, jika dalam logika dampak Omicron tidak seberat Delta,” ucapnya.

Jika Omicron ini naik jadi masyarakat tidak perlu khawatir. “Omicron itu diduga menurunkan efektivitas vaksin, namun tidak mengarah pada kematian,” kata Yuwono.

Baca juga :  Penyebab Munculnya Jerawat di Punggung dan Cara Alami Mengatasinya

Jadi vaksin masih tetap menjadi hal yang berguna. “Booster pun masih tetap berguna. Yang perlu diketahui kembali dosis booster itu diberikan minimal enam bulan dari dosis yang kedua,” jelasnya kembali. (Dion)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kisah Kelam Keluarga Pendiri Gucci

TELENEWS.ID – Rodolfo Gucci atau biasa dikenal dengan Maurizio D’Ancora merupakan pendiri dan pencipta brand Gucci. Pada awalnya Rodolfo membuat brand Gucci...

Telkomsel Merugi Setelah Investasi di GOTO, Kok Bisa ?

TELENEWS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, Telkomsel melakukan investasi di PT Go To Gojek Tokopedia Tbk. Namun yang aneh...

Polemik Anggota TNI Aktif Dilantik Sebagai PJ Bupati

TELENEWS.ID – Pejabat pengganti Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun ini sudah banyak yang dilantik. Terakhir Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah melantik...

Kedatangan Ten Hag Memberi Angin Segar Bagi Maguire dan Van De Beek

TELENEWS.ID - Erik Ten Hag secara resmi ditunjuk sebagai pelatih utama Manchester United menggantikan Ralf Rangnick untuk musim 2022/2023. Erik datang ke...