Home Internasional Serangan Bom Kabul: Puncak dari Blunder Joe Biden

Serangan Bom Kabul: Puncak dari Blunder Joe Biden

TELENEWS.ID – Afghanistan kembali bergejolak setelah terjadi sebuah serangan bom yang menewaskan 13 tentara Amerika Serikat dan 60 warga sipil di Bandara Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8/2021) waktu setempat. Berita ini menjadi perbincangan hangat di dunia, terlebih setelah Amerika Serikat menarik mundur pasukannya dari Afghanistan sejak minggu lalu.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Joe Biden yang dianggap melakukan kesalahan besar dengan menarik mundur pasukan Amerika Serikat lebih awal dari tenggat waktu yakni pada akhir September 2021. Berbagai macam kritik dan juga desakan agar Biden mengundurkan diri mulai bermunculan. Dirinya dianggap bersalah dengan kebijakan yang akhirnya menyebabkan korban jiwa dari Tentara Amerika Serikat.

Anggota Kongres Amerika serikat sendiri bahkan menyebut Joe Biden tidak bisa memimpin dengan baik sehingga menciptakan bencana kemanusiaan di dunia. Menanggapi hal tersebut, Biden berjanji akan menghabisi pihak yang bertanggung jawab dalam insiden bom di Bandara Kabul tersebut, dalam konferensi Pers yang diadakan di Gedung Putih.

“Kami (Negara Amerika Serikat) tidak akan terhalang oleh teroris. Kami tidak akan membiarkan mereka menghentikan misi kami. Kami akan melanjutkan proses evakuasi. Saya telah memerintahkan para jenderal angkatan perang terbaik kami untuk mengembangkan rencana operasional untuk melawan ISIS-K, termasuk tokoh-tokohnya, dan fasilitasnya.”

Perang Afghanistan memang bukan dimulai sejak era Joe Biden, namun pada masa George W. Bush setelah insiden 11 September 2001. Saat itu tentara Amerika berhasil menggulingkan kekuasaan Taliban yang sudah berkuasa di Afghanistan dan membentuk pemerintahan yang baru.

Selama 20 tahun berlangsung, “perang” tersebut harus disudahi dengan kebijakan Biden yang menarik mundur hampie seluruh pasukannya. CIA sudah mengingatkan akan potensi yang akan terjadi apabila Biden menarik mundur pasukannya dari Afghanistan.

Baca juga :  Buka-Bukaan Ilmuwan Asing Yang Pernah Mengabdi di Lab Wuhan

Apa yang diprediksi oleh CIA tersebut menemui jawabannya mulai dari Taliban yang kembali berkuasa dan munculnya serangan secara tiba-tiba di Afghanistan yang didalangi oleh ISIS. Sebelumnya Biden mengancam Taliban apabila mengganggu proses Evakuasi di Afghanistan pada (17/8/2021) yang lalu. Namun, belakangan diketahui bahwa ISIS-K diklaim bertanggung jawab atas serangan bom di Bandara Kabul yang menewaskan tentara Amerika Serikat ini. (Latief)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...

Kementerian PUPR Antisipasi Banjir di Mandalika

TELENEWS.ID - Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu...

Tetap Cantik Saat Touring, Ini 6 Tips Menjaga Kulit dan Rambut untuk Para Lady Biker

TELENEWS.ID - Kesan garang dan tangguh dari seorang lady biker memang tak bisa untuk dipungkiri. Ini karena touring dengan motor umumnya dilakukan...