Home Gaya hidup Sering Online Sampai Lupa Waktu? Awas Risiko Stroke Mengintai di Usia Muda!

Sering Online Sampai Lupa Waktu? Awas Risiko Stroke Mengintai di Usia Muda!

TELENEWS.ID – Generasi muda masa kini memang sulit dipisahkan dari gadget dan kebiasaan online hampir sepanjang waktu. Sepertinya gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari, bahkan sejak usia mereka masih muda belia. Namun rupanya kebiasaan online lupa waktu dan menggunakan gadget terlalu sering, menaikkan risiko stroke di usia muda.

Mungkin selama ini kita menganggap stroke hanya terjadi pada orang-orang yang telah lanjut usia. Namun penelitian terbaru pada tahun 2021 yang diterbitkan dalam Stroke Journal of American Stroke Association menyatakan bahwa orang dewasa di bawah 60 tahun dengan dengan waktu penggunaan gadget yang meningkat dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak, lebih rentan terhadap stroke daripada mereka yang aktif secara fisik.

“Perhatikan bahwa waktu duduk yang sangat tinggi dengan sedikit waktu yang dihabiskan untuk aktivitas fisik dapat memiliki efek buruk pada kesehatan, termasuk peningkatan risiko stroke,” ujar Raed Joundi, seorang peneliti di University of Calgary, di Alberta.

Sementara itu data dari AHA (American Hospital Association) menunjukkan bahwa kematian terkait stroke telah menurun di antara orang lanjut berusia 65 tahun ke atas. Namun terjadi peningkatan risiko stroke pada orang yang lebih muda. Kematian di antara orang dewasa muda berusia antara 35-64 meningkat dari 14,7% pada setiap 100.000 orang dewasa di tahun 2010, meningkat menjadi 15,4% per 100.000 pada tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang berusia lebih muda sekarang lebih berisiko mengalami stroke selayaknya mereka yang telah lanjut usia.

Kondisi ini semakin meningkat di tahun 2021 lantaran semakin banyak orang muda yang menggunakan gadget baik untuk bekerja, belajar arau mengisi waktu luang. Generasi muda juga semakin terpaku pada layar ponsel mereka, yang semuanya meningkatkan kemungkinan stroke.

Sebagaimana diketahui bahwa cahaya biru dari layar mengurangi produksi melatonin atau hormon yang dilepaskan pada malam hari yang terkait dengan kontrol siklus tidur-bangun atau ritme sirkadian, yang membuat seseorang sulit untuk tidur dan bangun tepat waktu.

Baca juga :  Hati-hati, Aktivitas Sehari-hari Ini Ternyata Juga Bisa Memicu Terjadinya Pendarahan Otak

Akibatnya kondisi memicu stroke yang dialami oleh orang muda dewasa ini, terutama jika mereka memiliki penyakit bawaan sebelumnya seperti:
• Seseorang dengan diabetes dua kali lebih mungkin menderita stroke, karena pembuluh darah yang rusak mempercepat timbulnya Stroke Iskemik atau yang terjadi dari bekuan darah yang menghalangi atau menyempitkan arteri ke otak
• LDL tinggi (kadar kolesterol jahat) memulai penumpukan plak di arteri, yang akhirnya membatasi aliran darah ke otak, sehingga menyebabkan Stroke
• Hipertensi merupakan penyebab kurang lebih 50% Stroke Iskemik dan meningkatkan ancaman Stroke Hemoragik atau pendarahan otak.

Kondisi ini diperparah jika orang tersebut memiliki gaya hidup tidak banyak bergerak atau sedentary. Sebuah penelitian dari Canadian Community Health Survey menemukan bahwa dari 2.965 partisipan yang mengalami stroke di usia muda, menghabiskan lebih dari 4 jam waktu mereka untuk menggunakan gadget dan online.

Baca juga :  Sempat Disebut Manjur Melawan COVID, Ijin Obat Lian Hua Dibekukan BPOM

Peneliti menyebut bahwa sebaiknya orang muda tidak menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk menggunakan gadget mereka. Secara keseluruhan, orang dewasa yang menghabiskan waktu 8 jam atau lebih di di depan layar dan yang tidak aktif secara fisik, memiliki risiko stroke tujuh kali lebih tinggi daripada orang dewasa yang menghabiskan 4 jam untuk kegiatan ini dan lebih aktif.

Para peneliti menekankan pentingnya gaya hidup sehat, termasuk aktivitas fisik, untuk menurunkan risiko stroke di usia belia. The American Heart Association merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit, atau 2,5 jam, aktivitas fisik dengan intensitas sedang setiap minggu.

“Aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting dalam mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk di depan layar, dan tampaknya juga mengurangi dampak negatif dari waktu duduk yang berlebihan terutama risiko stroke di usia muda” kata Dr. Joundi kemudian. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kronologi OTT Kasus Korupsi Bupati Penajem Paser Utara

TELENEWS.ID - Nur Afifah Balqis sedang ramai menjadi perbincangan publik nasional akhir-akhir ini karena menjadi salah satu tersangka OTT KPK dan terlibat...

Kisruh Arteri Dahlan Mengancam Elektabilitas PDIP

TELENEWS.ID – Anggota komisi III DPR RI dari fraksi PDIP, Arteri Dahlan membuat gaduh Indonesia. Arteria meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot...

Kemanakah Ridwan Kamil Berlabuh Untuk Pilpres 2024 ?

TELENEWS.ID - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2024. Namun hingga saat ini masih belum ada partai...

Desa Wisata Ini Diprediksi Bakal Hits di Tahun 2022, Yuk Simak Apa Saja Daftarnya

TELENEWS.ID - Banyak solusi ketika Anda ingin mencari destinasi liburan bersama keluarga ataupun teman-teman dengan tema desa wisata. Saat ini trend mengunjungi...