Home Nasional Sirkuit Sentul, Sisa Proyek Orba yang Kembali Menggeliat

Sirkuit Sentul, Sisa Proyek Orba yang Kembali Menggeliat

TELENEWS.ID – Indonesia boleh berbangga sejenak, pasalnya ajang MotoGP akan dilaksanakan di Sirkuit Mandalika pada bulan Maret mendatang. Ajang ini bukanlah ajang pertama kalinya bagi Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP. Sebelumnya pada musim 1996 dan juga musim 1997, Indonesia pernah menjadi tuan rumah ajang balap sepeda motor tersebut di Sirkuit Sentul.

Sirkuit Pada Masa Orde Baru

Sirkuit Sentul sendiri pada masa itu menjadi satu-satunya sirkuit balapan kelas dunia. Awal mula pembangunan sirkuit ini dimulai dari Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang memiliki hobi balap membangun sebuah sirkuit yang ada di kawasan Babakan Madang, Sentul ini. Saat itu, Indonesia berusaha menjadi macan Asia yang ingin membangun sirkuit untuk Formula 1 setelah Jepang. Pembangunan dimulai pada tahun 1990 dan 3 tahun berselang diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Ambisi Presiden Soeharto saat itu untuk membawa Indonesia menjadi Macan Asia memang tidak bisa dianggap remeh, berbagai macam pembangunan dan proyek dimulai untuk mengukuhkan nama Indonesia untuk diakui dunia, termasuk Sirkuit Sentul yang dibangun ini.

Memiliki Keunikan Tersendiri

Desain yang ada sekarang ini bukanlah desain asli, namun hasil revisi yang dikurangi sebanyak 40 persen dari desain aslinya dengan lokasi sirkuit yang berada di dataran tinggi dengan kontur bukit. Akan tetapi, meskipun sirkuit ini dibangun di kawasan perbukitan, namun jika sedang panas terik, maka permukaan sirkuit ini bisa berubah menjadi sangat panas dan juga lembab.

Meskipun hanya memiliki panjang lintasan 4,12 kilometer dengan 11 tikungan, banyak pembalap dari Eropa yang harus beradaptasi dengan kontur dan juga sirkuit ini. Karena mereka terbiasa melakukan balapan di sirkuit yang memiliki iklim dingin seperti di Eropa dan juga Amerika atau di Asia bagian Utara.

Meskipun di atas kertas, sirkuit ini mudah ditebak, namun bagi pembalap yang sudah melakukan balapan di sana akan memiliki penilaian lain. Valentino Rossi, misalnya yang saat itu menjuarai kelas 125cc di Sentul mengatakan bahwa di Sentul ini dirinya tidak bisa bersantai seperti balapan di sirkuit lain. Permukaan aspal yang panas akan memancing pembalap untuk langsung tancap gas dan menjebak pembalap lain yang sedang lengah.

Pernah Mencapai Masa Kejayaan

Sirkuit ini, awalnya dibangun untuk sirkuit yang bisa digunakan untuk ajang Formula 1. Namun, karena banyaknya tikungan, sirkuit ini akhirnya tidak layak untuk digunakan balap mobil Formula 1. Namun, bukan Soeharto namanya jika proyek yang dia bangun tidak mencapai masa kejayaan. Sama seperti proyek Orde Baru lainnya, Sirkuit ini juga pernah mencapai masa kejayaan.

Baca juga :  EA Ambil Alih Codemasters Untuk Pengembangan Video Game Formula 1

Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah untuk gelaran MotoGP pada tahun 1996. Saat itu, pembalap yang sedang naik daun adalah Michael Doohan asal Australia dan juga Max Biaggi asal Italia. Valentino Rossi saat itu masih berada di kelas 125cc dan belum setenar ketika dirinya bermain di kelas 500cc.

Bukan hanya sekali Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah MotoGP, di tahun berikutnya pada 1997, Sirkuit Sentul kembali menjadi arena balap Michael Doohan cs untuk kedua kalinya di sana. Di masa kejayaan tersebut juga banyak ajang balap internasional yang diadakan di Sirkuit Sentul tersebut dengan berbagai macam hadiah besar dan juga ajang yang bergengsi.

Masa-masa indah tersebut akhirnya harus terhenti akibat adanya Krisis Keuangan yang melanda Asia di tahun 1997, kemudian krisis moneter Indonesia pada tahun 1998, lalu diperparah dengan hadirnya Sirkuit Sepang di Malaysia yang memiliki level dan juga kelas yang lebih tinggi dari Sirkuit Sentul ini.

Baca juga :  Kapolri Perintahkan Pencegahan Kluster Baru Covid-19 di Pilkada Serentak 2020

Kembali Menggeliat Setelah Tertidur Lama

Seiring dengan pembangunan Sirkuit Mandalika, hal tersebut memberikan dampak positif terhadap eksistensi Sentul yang dulu pernah meraih kejayaan. Komisaris Sentul International Circuit, Tinton Soeprapto berencana untuk merenovasi sirkuit ini. Sirkuit Sentul akan hadir kembali dengan desain yang baru, namun panjang lintasan akan dipangkas menjadi sekitar 3,9 kilometer saja.

Tinton mengatakan bahwa renovasi tidak dilakukan secara total, namun hanya ada 2 titik yang berubah yakni di tengah R3 dan R4, dan juga di tengah R10 dan R11. selain itu, namanya juga akan diganti menjadi West Java International Circuit. Tidak hanya merenovasi lintasannya saja, manajemennya juga akan dirombak dan perbaikan di bagian luar sirkuit juga akan dilakukan.

Jika perbaikan Sirkuit Sentul ini berhasil dan juga sukses, maka Indonesia sudah dipastikan memiliki 2 buah sirkuit kelas dunia yang siap untuk mengadakan ajang balapan kelas dunia. Hal ini juga sekaligus memberikan angin segar bagi dunia pariwisata yang sempat lumpuh akibat adanya pandemi Covid-19 ini. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Deretan Destinasi Incaran Wisatawan Berkonsep Alam dan Budaya di Papua, Simak Daftarnya

TELENEWS.ID - Berbicara seputar deretan tempat wisata unggulan sekaligus menjadi incaran semua wisatawan lokal sampai mancanegara pastinya memberi penawaran menarik.

Dianggap Berjasa, Layakkah Brigadir Yoshua Diangkat Sebagai Pahlawan?

TELENEWS.ID - Pengacara Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Brigadir Josua sebagai pahlawan pada peringatan HUT...

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...