Home Nasional Hukum Sistem Tilang Kini Gunakan Poin, Ini Aturannya

Sistem Tilang Kini Gunakan Poin, Ini Aturannya

TELENEWS.ID – Perpol Nomor 5 Tahun 2021 perihal Penerbitan dan Penandaan SIM telah dirilis oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI). Selain mengatur tentang golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang telah dikeluarkan, Perpol ini juga mengatur sanksi serta jenis pelanggarannya.

Pada bulan Februari lalu aturan tersebut telah resmi ditandatangani, namun pihak kepolisian akan melakukan sosialisasi selama enam bulan sejat aturan tersebut diterbitkan.

Yang tertuang di Perpol Nomor 5 Tahun 2021, poin merupakan sebuah nilai yang diberikan kepada para pengendara yang memiliki SIM yang melakukan pelanggaran atau kecelakaan lalu lintas yang dilakukan berdasarkan golongan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

Lalu sesuai dengan yang tertera pada Pasal 33 menyebutkan bahwa Polri memiliki wewenang untuk memberikan data pelanggaran pada SIM pengendara yang melakukan pelanggaran tindak pidana lalu lintas. Pelanggaran tersebut adalah kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran lalu lintas.

Ketika pelanggaran tindak pidana dilakukan oleh pengendara di lalu lintas, maka SIM segera ditandai dan poin akan diberikan. Poin-poin tersebut adalah 1 poin, 3 poin dan 5 poin dengan jenis pelanggaran yang tentu saja berbeda-beda.

Poin 1

Setiap orang yang merusak fasilitas pejalan kaki, alat pemberi isyarat lalu lintas, marka jalan, rambu lalu lintas, dan alat pengaman pengguna jalan.

Setiap pengemudi mobil yang tidak memiliki kelengkapan berupa peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan, pembuka roda, dongkrak, segitiga pengaman, dan ban cadangan.

Setiap pengemudi sepeda motor yang tidak memiliki kelengkapan pada kendaraan seperti knalpot, pengukur kecepatan, klakson, lampu rem, lampu utama, dan spion.

Setiap orang yang melanggar cara parkir dan berhenti atau gerakan lalu lintas.

Setiap pengendara atau penumpang yang tidak mengenakan sabuk keselamatan.

Setiap pengemudi atau penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar nasional.

Setiap pengemudi sepeda motor yang belok atau balik arah namun tidak memberi lampu isyarat.

Setiap pengendara yang menyalip dari kiri dan tidak memperhatikan keselamatan pengendara lainnya.

Setiap pengendara yang sengaja mengendarai kendaraan bermotor dengan sangat membahayakan bagi nyawa atau barang.

Setiap pengendara yang mengendarai mobil barang mengangkut orang, kecuali dalam pasal 137 ayat 4 Penyalahgunaan izin kendaraan angkutan orang yang memiliki tujuan tertentu, namun menurunkan dan menaikkan penumpang lain di sepanjang perjalanan atau mengendarai kendaraan angkutan yang tidak sesuai dengan keperluannya.

Poin 3

Setiap pengemudi kendaraan bermotor dengan kelengkapan yang bisa membahayakan keselamatan orang lain dalam berlalu lintas.

Setiap pengendara yang menggunakan plat nomor palsu.

Setiap pengemudi kendaraan bermotor yang tidak menghiraukan keselamatan pesepeda dan pejalan kaki.

Setiap pengemudi mobil yang tidak memiliki kelengkapan teknis seperti penghapus kaca, bumper, kaca depan, lampu rem, lampu mundur, lampu utama, klakson, dan spion.

Setiap pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Setiap pengemudi yang melewati batas kecepatan maksimal atau minimal

Setiap pengemudi yang tidak memiliki kelengkapan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor.

Poin 5

Mengendarai kendaraan bermotor di jalan namun tidak memiliki SIM

Mengendarai kendaraan bermotor dengan tidak wajar dan melakukan aktivitas karena pengaruh suatu hal sehingga konsentrasi dalam mengemudi menjadi terganggu

Tidak memiliki kelengkapan teknis seperti akurasi alat penunjukan kecepatan, radius putar, penghapus kaca, bumper, kaca depan, lampu rem, lampu mundur, lampu utama, klakson, spion dan kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat kendaraan

Mengendarai kendaraan bermotor yang melanggar larangan atau perintah yang tertera dalam rambu lalu lintas

Melanggar perintah yang tertera dalam Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

Mengendarai kendaraan bermotor pada perlintasan antara jalan dan kereta api, tidak berhenti saat signal telah berbunyi, palang pintu telah ditutup atau isyarat lainnya

Mengendarai kendaraan bermotor dengan balapan di jalan seperti yang tertuang dalam Pasal 115 Huruf B

Bagi para pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas berulang kali serta poin pelanggaran telah terkumpul cukup banyak, maka sanksi akan dilayangkan. Jika sudah terkumpul 12 poin maka penalti 1 akan dilayangkan. Lalu SIM akan ditahan sementara atau akan dicabut sementara sebelum pengadilan memutuskan.

Baca juga :  Standarkiaa: Bangkitnya Kekuatan Civil Society di Era Rezim Pro Asing
Baca juga :  Pengamat Kebijakan : Pemerintah Harus Sampaikan Keringan Kredit ke Publik Secara Terbuka

Jika pengemudi ingin mendapatkan SIM nya kembali, maka harus melakukan pendidikan dan pelatihan mengemudi.

Lalu jika 18 poin telah terkumpul, maka penalti 2 akan dilayangkan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, para pengemudi yang sudah mendapatkan penalti 1 dan 2, maka mereka tidak bisa memperpanjang atau mengganti SIM. Bahkan SIM bisa dicabut jika pengadilan memutuskan.

Setelah sanksi pencabutan SIM selesai, pengendara bisa mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan SIM lagi. Namun ketentuan harus dilaksanakan dimana pemilik SIM harus melakukan pendidikan dan pelatihan mengemudi.(Neidi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Mengenal Situationship yang Bisa Menjebakmu Dalam Hubungan Toxic Tanpa Status

TELENEWS.ID - Apakah kamu memiliki seorang teman yang memperlakukan kamu dengan mesra, dan memberikan perhatian lebih dari seorang teman? Akan tetapi sayangnya,...

Hati-hati, Dokter Peringatkan Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat Bagi Organ Intim Wanita

TELENEWS.ID - Praktis, stylish dan bisa dipadukan dengan jenis busana apa saja membuat celana jeans menjadi salah satu item fashion favorit kaum...

Manchester United Ditangan Ralf Rangnick, Apakah Mampu Bersaing?

TELENEWS.ID - Belakangan nama Ralf Rangnick mencuat di kancah dunia sepak bola untuk menjadi juru taktik klub Manchester United. Seperti diketahui bersama,...

Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas

TELENEWS.ID - 3 Desember diperingati sebagai Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Peringatan ini digagas untuk meningkatkan kepedulian kepada para penyandang disabilitas, yang sering...