Home Gaya hidup Fashion Solvo Berinovasi Di Tengah Pandemi Lewat Kolaborasi

Solvo Berinovasi Di Tengah Pandemi Lewat Kolaborasi

Telenews.id – Saintis besar Albert Einstein suatu ketika
pernah berkata bahwa di tengah setiap krisis terdapat peluang besar.
Tidak diragukan lagi bahwa kita semua menghadapi krisis yang belum
pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2020-2021 ini, dan industri fesyen,
seperti yang lainnya, turut terpengaruh. Berpegang pada prinsip yang
diajarkan Albert Einstein, tiga founders SOVLO, Lidya Valensia, Afra
Viena dan Djohan memutuskan untuk mengubah krisis yang hadir akibat
pandemi COVID-19 menjadi peluang dengan justru melahirkan brand baru
yang diberi nama SOVLO. Produk SOVLO antara lain adalah tas (sling bag,
tote bag, waist bag, laptop sleeve), pouch, masker wajah, card case, dan
baru-baru ini mulai juga memperkenalkan lini pakaian.

Ditemui di kantornya di perbatasan Tangerang dan Jakarta (21/10), Lidya
Valensia, CEO dan Founder SOVLO mengakui awal kelahiran SOVLO di tengah
situasi pandemi sebenarnya langkah survival perusahaan induknya, Lotus
Group, a specialist in custom & stitching souvenirs yang biasa menangani
kebutuhan stylish souvenirs, umumnya untuk kebutuhan acara pernikahan,
maupun corporate branding. “Awalnya kami memang membutuhkan solusi
ketika di awal pandemi LOTUS GROUP mengalami penurunan omset cukup
drastis, sementara di tengah krisis ini kami pikir justru kami sangat
perlu tetap melindungi sekitar 40 orang penjahit dan 30 orang staf
kantor yang bekerja buat kami. Ketika itulah, muncul ide melahirkan
brand baru berupa produk fesyen siap beli untuk masyarakat umum,
sekaligus memanfaatkan platform e-commerce yang tengah menjamur di
tengah pandemi,” tutur Lidya Valensia mengenang awal perjalanan SOVLO.

Nama SOVLO sendiri diangkat dari akronim SOUVENIR LOKAL, yang merupakan
inti dari usaha fesyen yang sejak awal digarap Lotus Group. Pilihan
bergerak di platform e-commerce merupakan langkah bijak yang dilakukan
founders SOVLO untuk menyelamatkan seluruh tim kerjanya. Hasilnya
ternyata cukup menggembirakan, kombinasi kualitas produk, kemampuan
membaca tren pasar, bisnis dan strategi kolaborasi perlahan-lahan
menjadikan SOVLO menjadi salah satu brand fesyen yang mencuri perhatian
di 2020 – 2021 ini.

Di dekade kedua abad 21 ini, industri barang konsumen termasuk fesyen
memang menunjukan fenomena semakin terdigitalisasi. Penggunaan
e-commerce dan kehadiran sebuah brand di ranah digital kini semakin
menjadi tolak ukur keberhasilan. Kehadiran pandemi ternyata justru
mempercepat transformasi digital ini. Pandemi juga mengakselerasi
keperluan brand untuk beradaptasi secara cepat dengan lingkungan
digital.

SOVLO sendiri mulai mencuri perhatian konsumen ketika meluncurkan tema
ilustrasi Strong Woman yang ternyata sangat disukai konsumen karena
relevan dengan kondisi pandemi yang saat itu sedang parah-parahnya.
Hingga kini, SOVLO masih konsisten dengan tema-tema yang positif dan
memberdayakan. SOVLO mengajak kita semua, tidak hanya pelanggan, untuk
saling menguatkan dalam semangat kebersamaan dengan tema-tema positif
seperti Strong Woman, Indonesian Strong Woman, Kembang Nusantara,
Grateful Indonesia, Colourful Indonesia, Indonesian Brave Kids,
Indonesian Strong Woman & Her Pets, Tanaman Hias, Indonesian Heroes dan
Indonesia Maju.

Survei McKinsey di 2020 menemukan dalam 8 bulan saja secara global,
pangsa e-commerce meningkat dari 16 persen ke 29 persen, melewati
pertumbuhannya 6 tahun terakhir. Selain fenomena transformasi digital,
porsi pembicaraan mengenai isu-isu hak asasi pekerja di industri fashion
semakin meningkat. Pelanggan semakin sadar dengan kondisi pekerja dan
menuntut brand lebih memperhatikan keadaan para pekerja dan mengambil
sikap yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sesuai dengan
nilai para pelanggan. Nampaknya, langkah SOVLO yang berusaha melindungi
penjahit dan stafnya ini, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi
konsumen zaman sekarang.

Baca juga :  Bisa Bikin Kena Mental, Kenali Tanda-tanda Kamu Punya Teman Yang Fake

“Jadi banyak konsumen yang membeli produk kami tidak hanya untuk diri
sendiri, mereka suka mengirimkan produk-produk kami ke teman-teman dan
kerabat mereka dengan tujuan untuk saling menguatkan. Itu kami tahu dari
feedback _di platform _e-commerce sendiri. Kami sangat terharu membaca
testimoni semacam itu, padahal tanpa konsumen sadari bahwa kami,
termasuk staf dan penjahit juga sangat tertolong berkat kepedulian para
konsumen yang menyukai produk kami,” ungkap Lidya Valensia.

Setelah mulai mengecap sukses di platform e-commerce ini, SOVLO mulai
melihat perlunya pengembangan ilustrasi yang tidak mungkin dilakukan
hanya secara internal, karena pasti akan menghadapi keterbatasan ide.
Inilah awalnya muncul ide berkolaborasi dengan ilustrator lokal yang
diumumkan terbuka. Hasilnya ternyata mendulang respons yang cukup besar
berupa minat ilustrator untuk berkolaborasi dengan SOVLO. Hal lain yang
cukup mengejutkan adalah hasil karya ilustrator-ilustrator lokal ini
sangat baik, yang sayangnya di situasi krisis ini sering hanya berakhir
di atas kertas ataupun komputer mereka tanpa mampu menghasilkan
pendapatan untuk mereka. Mereka pun terhambat untuk menjadikan passion
dan talent mereka sebagai mata pencaharian utama untuk mereka.

Baca juga :  Bisa Bikin Kena Mental, Kenali Tanda-tanda Kamu Punya Teman Yang Fake

“Kolaborasi ini ternyata kemudian menjadi salah satu kunci
keberhasilan juga. Dengan kolaborasi ini SOVLO dan ilustrator lokal
dapat bersama-sama melahirkan produk berkualitas dengan ilustrasi
beraneka ragam, jadi konsumen bisa memilih desain yang tepat dan
mengekspresikan kepribadian dengan menggunakan produk kami
sehari-harinya. Tambahan lagi, artinya mereka sudah mendukung brand
lokal dan ilustrator lokal. Kolaborasi dengan ilustrator lokal ini juga
membantu menyebarkan nama SOVLO lebih luas, karena ilustrator yang
diajak bekerja sama, juga melakukan promosi untuk meningkatkan
penjualan, sekaligus menyebarkan semangat kebersamaan,”jelas Lidya
Valensia.

SOVLO muncul dengan membawa konsep berbeda dan rasa kepedulian terhadap
para pekerja industri kreatif. Sejauh ini, SOVLO telah bekerja sama
dengan 15 ilustrator dan kini tengah bersiap menjalin kolaborasi dengan
lebih banyak ilustrator lewat kampanye #BanggaIlustratorLokal yang
segera digelar. Diharapkan melalui kampanya ini, SOVLO bisa
berkolaborasi dengan tak kurang dari 400 orang illustrator. Kolaborasi
dengan ilustrator ini menerapkan sistem bagi hasil. Dengan sistem ini,
keuntungan yang diraih ilustrator sebanding dengan penjualan hasil karya
mereka. Artinya setiap pembelian produk oleh pelanggan, secara langsung
membantu ilustrator tersebut. Sejauh ini, dalam 15 bulan, telah lebih
dari 50.000 items produk SOVLO telah dibeli masyarakat. Kini, memasuki
masa adaptasi kenormalan baru (AKB), SOVLO mulai membuka toko fisiknya
di Pos Bloc Jakarta sejak September lalu.

“Meskipun bisa dikatakan telah menuai hasil, tetapi perjalanan SOVLO
masih sangat panjang. Kami berkomitmen terus memberikan produk terbaik
untuk konsumen kami, sehingga konsumen baru bisa langsung jatuh cinta,
sementara konsumen lama bisa terus kami jaga hatinya. Untuk itu, SOVLO
menawarkan garansi seumur hidup untuk produk-produk kami. Ini bisa kami
lakukan karena kami yakin dengan kualitas jahitan produk kami dan
penjahit kami. Tim kami termasuk penjahit, tim manajemen dan ilustrator
yang berkolaborasi dengan kami. selalu merasa berhutang budi kepada para
konsumen SOVLO, karena menyelamatkan kami semua dari dari kondisi
pandemi,” tutup Lidya Valensia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

TELENEWS.ID - Hubungan Celine Evangelita dengan ibundanya, Vicentia Nurul kembali memanas. Belum lama ini Vicentia membongkar aib Celine, terkait kandasnya rumah tangga...

Jakarta International Stadium: Mega Proyek yang Dilalui 5 Orang Gubernur DKI

TELENEWS.ID - Jakarta International Stadium atau JIS adalah salah satu mega proyek Indonesia yang menyimpan banyak makna. Tidak hanya sarat dengan capital...

Jangan Panik, Ini Tips untuk Mengatasi Anak-anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Buah

TELENEWS.ID - Anak-anak memang tidak begitu menyukai buah dan sayuran. Padahal kedua jenis makanan itu merupakan sumber serat yang baik bagi kesehatan...

Rachmat Gobel Diisukan Jadi Menteri Pertanian?

TELENEWS.ID - Nama Rachmat Gobel belakang santer diisukan akan menjadi jajaran kabinet Presiden Jokowi. Rumor tersebut adalah pertimbangan dari beberapa pengamat politik...