Home Gaya hidup Kesehatan Stunting pada Anak Indonesia Meningkat

Stunting pada Anak Indonesia Meningkat

TELENEWS.ID – Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis masih menjadi masalah yang membayangi Indonesia.

Dalam data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 27.7 persen. Menurun 3 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 30 persen. Artinya, 1 dari 3 anak di Indonesia mengalami masalah stunting.

Menanggapi hal ini, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dr. Riskiyana Sukandhi Putra memaparkan beberapa cara yang bisa dilakukan guna menghindari stunting pada anak.

Yang pertama, selain pemberian ASI eksklusif, masyarakat diharapkan mengubah kebiasaan dalam menyuapi anak. Hal ini karena masih banyak masyarakat yang suka mengunyah makanan terlebih dahulu untuk diberikan ke anaknya.

“Di daerah-daerah sekitar Jakarta saja kan masih lihat nih nenek-nenek yang menyuapi anak dengan pisang gitu, lebih tragis lagi jika pisangnya habis diserut gitu tidak diberikan pada cucunya langsung tapi dikunyah dulu oleh neneknya,” ujarnya ketika dihubungi (05/2/2021)

Ia menyebut bahwa tindakan itu dapat menularkan penyakit dari sang nenek ke cucunya dan menyebabkan penyakit penyebab kekurangan gizi.

Yang kedua adalah mengupayakan pemenuhan gizi agar tidak terjadi kekurangan pada anak. Ia menyebut anak dibiarkan kekurangan kalori protein maka akan terjadi gangguan metabolisme.

“Jika terjadi gangguan metabolism maka anak itu sudah membawa predikat calon penderita hiperkolesterol, calon penderita stroke. Itu karena ada gangguan metabolisme di tubuh, “ lanjutnya.

Dalam masa adaptasi kebiasaan baru (new normal), dr. Riskiyana berharap adanya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang digalakkan di masyarakat. Hal ini termasuk penyuluhan melalui posyandu. Ia berpendapat bahwa posyandu adalah salah satu pilar yang penting dalam pemantauan stunting.

Baca juga :  Pandemi Covid-19,Jurnalis Harus Mampu Beradaptasi Dalam Dua Hal

Baca Juga : https://telenews.id/bulog-akan-produksi-beras-premium-secara-mandiri/

“Posyandu mau di zona merah, kuning, hijau, tetap jalan. Yang membedakan adalah bagaimana menerapkan posyandu di dalam situasi Covid ini. Posyandu kita sejak Maret, April, Mei, Juni, itu gak jalan. Berapa angkanya? 45 persen gak jalan tapi ya sebisanya, jadi gak lengkap. Hanya sekitar 19,2 persen yang melakukan kegiatan. Nah kalau itu yang terjadi, bagaimana stunting bisa terpantau? Bagaimana stunting bisa diketahui sejak awal,” ujarnya.

Pernyataan dr. Riskiyana sekiranya menjadi sorotan khusus terhadap perhatian pemerintah dan lembaga terkait untuk menangani kekurangan gizi pada anak, yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Sementara itu, presiden Joko Widodo (Jokowi) optimis dengan target penurunan angka stunting menjadi 14% pada 2024 dapat tercapai, meskipun tentunya itu berat untuk direalisasikan.

Menurutnya, hal ini bisa direalisasikan dengan koordinasi yang erat antara manajemen di lapangan dan dikelola oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) maupun kementerian serta lembaga terkait.

Baca juga :  Ganti Edy Sumoro, Didiek Hartantyo Menjabat Dirut KAI

Jokowi pun mengingatkan agar BKKBN menaruh perhatian serius terkait hal tersebut. Lebih lagi, penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi muda, baik mereka yang baru berkeluarga maupun yang akan berkeluarga.

Jokowi juga mengimbau BKKBN beserta jajaran untuk berperan aktif melakukan sosialisasi di tengah masyarakat. Terlebih lagi perangkat teknologi digital yang semakin berkembang saat ini akan memudahkan menjangkau masyarakat yang lebih luas. (Uswatun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Bisa Memicu Jerawat, Ini 5 Efek Buruk Makanan Pedas Bagi Kesehatan

TELENEWS.ID-Orang Indonesia dikenal sebagai pencinta makanan pedas. Rasanya makan tak lengkap tanpa menambahkan satu sendok sambal,atau menambahkan banyak cabai dalam masakan. Bahkan...

Lesty-Billar Sembunyikan Pernikahan Siri, Ternyata Ada Manfaat Dari Menikah Diam-diam

TELENEWS.ID-Berita mengejutkan datang dari pasangan muda Rizky Billar dan Lesty Kejora. Setelah isu Lesty berbadan dua sebelum resmi menikah, pasangan ini pun...

Ingin Punya Kulit Glowing Seperti Tasya Farasya? Coba Santap Buah-buahan Segar ini

TELENEWS.ID-Tasya Farasya belum lama ini merilis brand kosmetiknya sendiri, yang langsung laris manis bak kacang goreng. Wanita cantik berdarah Timur Tengah ini...

Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

TELENEWS.ID-Ditemukannya klaster sekolah belum lama ini tentu membuat banyak orangtua merasa was-was. Apalagi memang anak-anak di beberapa wilayah akan segera masuk sekolah...