Home Nasional Sudah Efektifkah Digitalisasi Dokumen di Indonesia?

Sudah Efektifkah Digitalisasi Dokumen di Indonesia?

TELENEWS.ID – Digitalisasi dokumen sudah mulai dilakukan oleh Indonesia sejak 1 dekade silam, yang dimulai dari pembuatan KTP Elektronik. Hal itu bertujuan agar data kependudukan tersimpan dalam satu server. Dengan demikian, apabila masyarakat membutuhkan layanan, maka hanya tinggal menyebutkan NIK, lalu semua data yang tersimpan itu akan terbaca oleh sistem.

Tujuan diluncurkannya digitalisasi dokumen adalah untuk mengurangi penggunaan dokumen fisik yang nantinya hanya akan menggunakan NIK untuk semua layanan. Sektor perbankan sudah menggunakan hal ini untuk keperluan pembukaan rekening, kredit, pinjaman, dan juga layanan lainnya. Beberapa instansi pemerintah juga terlihat sudah menggunakan cara ini untuk memangkas penggunaan dokumen fisik

Akan tetapi, pada kenyataannya, hal ini belum sepenuh berjalan dengan baik, pasalnya, di beberapa tempat masih harus menggunakan dokumen salinan berupa fotokopi kartu identitas. Hal ini memang dianggap merepotkan, karena data masyarakat sudah tersimpan dalam server yang bisa dicari berdasarkan NIK. Namun, beberapa pihak masih harus menggunakan Fotokopi kartu identitas yang nantinya juga akan masuk ke tempat pembuangan.

Saat ini memang sudah ada teknologi yang namanya QR Code, di mana petugas hanya tinggal memindai saja gambar kodenya. Kemudian setelah itu akan tampil semua data informasi yang ada dalam kode QR tersebut. Di masa pandemi ini, pemerintah menetapkan salah satu syarat untuk masuk ke dalam Mal adalah menggunakan sertifikat vaksin.

Oleh karenanya, setiap masyarakat yang sudah divaksin akan mendapatkan sertifikat secara digital yang berisi informasi mengenai pelaksanaan vaksin yang sudah diikuti. Setiap orang hendaknya memegang kode atau sertifikat vaksin dalam bentuk digital tersebut. Tidak ada salahnya jika sertifikat tersebut dicetak dalam ukuran kartu sehingga bisa dibawa kemana-mana.

Baca juga :  BPOM Nyatakan Vaksin Coronavac Aman untuk Lansia.

Jika sudah ada digitalisasi dokumen, maka sebaiknya tidak perlu lagi menggunakan salinan dokumen fisik untuk mengurus berbagai hal administratif. Selain merepotkan, tentu saja dampak lingkungan juga akan berpengaruh karena nantinya akan banyak sampah kertas akibat penggunaan dokumen secara fisik ini.  (Latief)

Most Popular

Bisa Memicu Jerawat, Ini 5 Efek Buruk Makanan Pedas Bagi Kesehatan

TELENEWS.ID-Orang Indonesia dikenal sebagai pencinta makanan pedas. Rasanya makan tak lengkap tanpa menambahkan satu sendok sambal,atau menambahkan banyak cabai dalam masakan. Bahkan...

Lesty-Billar Sembunyikan Pernikahan Siri, Ternyata Ada Manfaat Dari Menikah Diam-diam

TELENEWS.ID-Berita mengejutkan datang dari pasangan muda Rizky Billar dan Lesty Kejora. Setelah isu Lesty berbadan dua sebelum resmi menikah, pasangan ini pun...

Ingin Punya Kulit Glowing Seperti Tasya Farasya? Coba Santap Buah-buahan Segar ini

TELENEWS.ID-Tasya Farasya belum lama ini merilis brand kosmetiknya sendiri, yang langsung laris manis bak kacang goreng. Wanita cantik berdarah Timur Tengah ini...

Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

TELENEWS.ID-Ditemukannya klaster sekolah belum lama ini tentu membuat banyak orangtua merasa was-was. Apalagi memang anak-anak di beberapa wilayah akan segera masuk sekolah...