Home Metropolitan Sumur Resapan Gagal, 942 Project Akankah Menjadi Solusi Banjir DKI?

Sumur Resapan Gagal, 942 Project Akankah Menjadi Solusi Banjir DKI?

TELENEWS.ID – Hujan yang terus-menerus mengguyur kawasan ibukota membuat beberapa ruas jalan di DKI Jakarta kembali tergenang banjir, seperti yang terjadi di Jalan Karang Tengah Raya, Lebak Bulus. Padahal, di kawasan tersebut terdapat sumur resapan yang sedianya dibangun untuk mencegah adanya genangan air di jalanan yang ada di DKI Jakarta ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjawab bahwa genangan air yang ada itu bisa jadi karena sumur resapan memiliki daya tampung yang terbatas. Sehingga, air yang ada di atas jalanan tersebut tidak bisa terserap dengan baik. Dengan kata lain, sumur resapan yang ada tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam mengatasi genangan air.

Ketika ditanya oleh awak media, apa solusi dari Pemprov DKI? Riza menjawab pihaknya akan memeriksa kondisi di lapangan. Jika memang ditemukan adanya kerusakan, maka akan ditambal atau dibersihkan salurannya, sehingga distribusi air bisa berjalan dengan baik. Hal itu diungkapkannya di Balai Kota pada Kamis (17/03/2022) yang lalu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh kontraktor PT Jaya Beton, Jody Pradikta yang menyatakan bahwa sumur resapan terendam karena saluran air tersumbat dan air yang masuk ke dalam sumur melebihi kapasitas yang ada. Selain itu curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir ini juga ikut membuat debit air di atas jalan meningkat.

Banyak pihak yang menilai bahwa sumur resapan yang ada di DKI Jakarta ini hanya mengejar kuantitas saja dibandingkan dengan kualitas.

Saat ini, Pemprov DKI sedang mengejar pengerjaan 26 ribu titik sumur resapan, namun efektivitas dari keberadaan sumur tersebut seolah diabaikan. Hal itu terbukti dengan lokasi sumur yang berada di lokasi lebih tinggi, dan membuat air mengalirnya ke tempat yang lebih tinggi, bukan ke tempat yang lebih rendah.

Pembangunan sumur resapan ini memang bukan untuk mencegah banjir, jika Pemprov DKI berencana untuk mencegah banjir, normalisasi menjadi sebuah hal yang masuk akal. Sementara, sumur resapan dibangun untuk mencegah genangan saja.

Baca juga :  Wagub DKI Hadiri Kegiatan Donor Darah di Jakarta Barat

Program “942 Project”

Saat ini, Pemprov DKI memiliki program yang dinamakan dengan 942 Project, yang berarti bahwa rehabilitasi 9 polder, 4 waduk, dan juga 2 sungai untuk menangani masalah banjir. beberapa lokasi yang dijadikan 9 polder tersebut ada di Teluk Gong, Muara Angke, Kelapa Gading, Mangga Dua, Marunda JGC, Pulomas, Pompa Tipala, Kamal, dan Green Garden. Sedangkan untuk lokasi 4 waduk tersebut berada di Waduk Lebak Bulu, Waduk Brigif, Waduk Pondok Ranggon, dan Embung Wirajasa.

Sedangkan untuk lokasi sungai besar yang ada di DKI berada di Sodetan Kanal Museum Bahari dan Kali Ciliwung, Dari sekian banyak lokasi yang dijadikan 942 Project ini, realisasi pembangunan yang baru terlihat hasilnya adalah pembangunan Waduk Pondok Ranggon dan Embung Wirajasa yang sudah mencapai 21,55 persen. Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pembangunan 942 Project ini terhambat karena adanya pandemi yang berimbas pada keterbatasan dana. Sehingga belum semua bisa dilakukan revitalisasi secara menyeluruh.

Baca juga :  Meriahkan HUT DKI Jakarta Ke 493, Dinas Bina Marga DKI Turut Berpatisipasi Hias Gedung dan JPO di Jakarta

Untuk mengadakan proyek ini, Pemprov DKI sudah menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp. 1 Triliun. Anggaran tersebut berasal dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk merealisasikan 942 Project ini. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengatakan uang muka sebesar 15 persen sudah dikucurkan untuk membangun 9 rumah pompa.

Pinjaman dana PEN dari PT Sarana Multi Infrastruktur bersifat multiyears, dan hingga Maret ini seharusnya sudah digunakan untuk pembebasan lahan. Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta memberikan penjelasan dalam rapat kerja komisi D beberapa waktu yang lalu. Dalam rapat tersebut Dinas SDA memaparkan bahwa agar air bisa dibuang ke laut, perlu dibangun waduk dan juga polder ini. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kisah Kelam Keluarga Pendiri Gucci

TELENEWS.ID – Rodolfo Gucci atau biasa dikenal dengan Maurizio D’Ancora merupakan pendiri dan pencipta brand Gucci. Pada awalnya Rodolfo membuat brand Gucci...

Telkomsel Merugi Setelah Investasi di GOTO, Kok Bisa ?

TELENEWS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, Telkomsel melakukan investasi di PT Go To Gojek Tokopedia Tbk. Namun yang aneh...

Polemik Anggota TNI Aktif Dilantik Sebagai PJ Bupati

TELENEWS.ID – Pejabat pengganti Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun ini sudah banyak yang dilantik. Terakhir Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah melantik...

Kedatangan Ten Hag Memberi Angin Segar Bagi Maguire dan Van De Beek

TELENEWS.ID - Erik Ten Hag secara resmi ditunjuk sebagai pelatih utama Manchester United menggantikan Ralf Rangnick untuk musim 2022/2023. Erik datang ke...