Home Internasional Susul China, India Segera Rancang ‘Matahari Buatan’?

Susul China, India Segera Rancang ‘Matahari Buatan’?

TELENEWS.ID – Kesuksesan China dalam menciptakan matahari buatan rupanya membuat India ‘gerah’. Negara Asia Tenggara itu pun diisukan berniat untuk melakukan hal yang sama dalam waktu dekat.

Seperti yang santer diberitakan sebelumnya, China telah sukses membuat sebuah reaktor fusi nuklir bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST). Tujuan penciptaan alat tersebut adalah meniru proses fusi nuklir yang merupakan reaksi penggerak yang sama dengan matahari sungguhan.

Bahkan, matahari buatan China itu diklaim berhasil mencapai suhu puncak setinggi 160 derajat celcius, yang sepuluh kali lipat lebih panas dari matahari asli.

Kesuksesan negara China itu disebut para ahli bisa membuat negara-negara ‘kuda hitam’ lain menyusul jejaknya, salah satunya India. Pasalnya, India diketahui memiliki peran utama dalam proyek International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER) yang dibangun di Prancis Selatan dan diharapkan menjadi reaktor fusi nuklir terbesar di dunia pada tahun 2035 mendatang.

Para ilmuwan dari Institute of Plasma Research di Ahmedabad, dipercaya untuk memandu produksi industri komponen penting ITER seperti pelindung dinding, sistem air pendingin, dan kriogenik. Bahkan, suprastruktur untuk peralatan utama reaktor, di mana vakum dipertahankan untuk membantu mendinginkan plasma, dibuat oleh perusahaan Larsen & Toubro asal India.

Sejak membangun tokamak pertamanya yang diberi nama Aditya pada 1980 silam, India telah membuat kemajuan luar biasa dalam penelitian fusi dan mengoperasikan Steady State Superconducting Tokamak (SST) canggih yang mampu mengatasi sifat ‘on-off’ dari tokamak konvensional dalam memanaskan plasma. Tokamak sendiri merupakan sebuah mesin yang mampu memproduksi medan magnet untuk mengurung plasma.

Dengan modal kuat tersebut, bukan tidak mungkin India akan terpacu membuat Matahari buatan sendiri dalam waktu dekat. Mereka harus menggunakan partisipasinya di ITER untuk membuka langkah berikutnya dalam membangun reaktor fusi di tanah India dalam beberapa dekade mendatang.

Baca juga :  Kritik Soal Xinjiang, Aplikasi Nike Dan Adidas 'Lenyap' di China

Namun seperti kebanyakan teknologi lain, pembuatan fusi nuklir bagaikan sebuah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia bisa menimbulkan kecelakaan yang tak diinginkan dengan dampak hingga beribu tahun lamanya seperti ledakan Chernobyl.

Namun di sisi lain, jika digunakan secara tepat, teknologi fusi nuklir menawarkan sejumlah keuntungan bagi kemajuan umat manusia. Contohnya, hanya diperlukan setengah kilogram bahan bakar berbasis fusi nuklir untuk menghasilkan energi berjumlah sama dengan empat juta kilogram bahan bakar fosil. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

New York Rasa Lokal Ada di Broadway Alam Sutera

TELENEWS.ID- Bicara rencana liburan untuk akhir pekan, sepertinya seru untuk dibahas. Bukan tanpa sebab, saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah...

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...