Home Nasional Tambah Utang Negara untuk Atasi Pandemi, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Tambah Utang Negara untuk Atasi Pandemi, Ini Penjelasan Sri Mulyani

TELENEWS.ID – Badai pandemi COVID-19 yang tengah melanda Indonesia membuat pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk menanggulanginya. Salah satunya adalah dengan menambah utang negara dalam jumlah cukup besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun membeberkan alasan pemerintah melakukan hal tersebut.

Mengutip dari CNN Indonesia utang pemerintah Indonesia akhir Mei 2021 kemarin mencapai sekitar Rp. 6.418,15 triliun. Utang tersebut dapat dikatakan naik sekitar Rp. 1.159,58 triliun yang di mana pada bulan Mei tahun lalu hanya sejumlah Rp. 5.258,57 triliun.

Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan pun langsung menegaskan bahwa lembaganya harus merespons dengan cepat kondisi pandemi ini untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian.

“Kenapa kita harus menambah utang seolah-olah menambah utang menjadi tujuan? Padahal dia (utang) merupakan instrumen, whatever it takes, untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian kita,” tegasnya lewat sebuah konferensi virtual via kanal YouTube DJPRR Kementrian Keuangan.

Lebih lanjut, Sri Mulyani juga membeberkan bahwa tujuan utama pemerintah menambah utang adalah untuk membantu perekonomian masyarakat yang tengah carut marut akibat pandemi berkepanjangan.

“Kebutuhan untuk meningkatkan anggaran di bidang kesehatan, bantuan sosial bantu masyarakat, dan bantu daerah” papar Sri Mulyani. “Hal ini terjemahannya adalah suatu beban APBN yang luar biasa, kami di Kementerian Keuangan merespon dengan apa pun kita lakukan untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian Indonesia,” cetusnya kemudian.

Sri Mulyani juga meminta masyarakat untuk melakukan edukasi dengan baik dan tidak memandang utang negara sebagai suatu stigma atau pandangan yang buruk. “Sehingga mereka tidak hanya bicara utang sebagai stigma namun dia bisa memahami (utang) sebuah instrumen yang dijaga secara profesional dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Pernyataan Sri Mulyani tersebut diamini oleh ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. Ia menyatakan bahwa pemerintah memang perlu mengutang lagi karena kondisinya menuntut demikian.

Baca juga :  Ancaman Pidana Bagi Penyebar Hoaks, Humas Polri Himbau Saring Sebelum Sharing

Said menyatakan bahwa tambahan utang pemerintah akan dipakai untuk mendukung anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencakup pembiayaan insentif tenaga kesehatan, vaksinasi hingga bantuan sosial (bansos). (Billy Bagus)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...