Home Uncategorized Tantangan Travel Bubble di Mandalika dan Labuan Bajo

Tantangan Travel Bubble di Mandalika dan Labuan Bajo

TELENEWS.ID – Travel bubble memang makin diminati oleh beberapa negara yang menginginkan pemulihan sektor pariwisata, termasuk Indonesia.

Travel bubble adalah kesepakatan antara dua negara atau lebih yang berhasil mengontrol virus corona untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan wisatawan.

Dua destinasi wisata super prioritas, yaitu Mandalika dan Labuan Bajo menjadi kawasan yang kemungkinan akan menjadi lokasi pertama yang akan menerapkan mekanisme konsep travel bubble untuk pemulihan sektor pariwisata tahun depan. Dalam hal ini, berdasarkan dua pertimbangan, pertama, potensi ekonomi yang besar dari ajang internasional MotoGP dan kedua, kondisi destinasi yang layak disebut sebagai kategori wisata sehat.

Namun, pelaku usaha sektor pariwisata melihat sejumlah tantangan bagi pemerintah jika ingin menerapkan konsep travel bubble di kedua daerah destinasi super prioritas tersebut. Karena fasilitas di destinasi tersebut dinilai menjadi tantangan berat dalam merealisasikan konsep tersebut.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perjalanan Wisata Seluruh Indonesia (ASITA), Budijanto mengatakan sejumlah infrastruktur di kedua destinasi tersebut masih belum memenuhi syarat sebagai kawasan wisata premium yang bisa menerapkan konsep travel bubble.

Budijanto menuturkan kembali, kedua destinasi belum siap, dari segi infrastruktur, jalanan belum besar, kendaraan umum untuk transportasi masih terbatas, dan hotel juga masih terbatas, baru Ayana dan Plataran saja.

Di sisi lain, pemerintah menyebut progres pembangunan di kedua destinasi tersebut sudah cukup progresif. Misalnya, progres pembangunan sirkuit MotoGP di Mandalika dan di Labuan Bajo masing-masing sudah mencapai 60 persen. Ditargetkan rampung kuartal I tahun 2021.

Meski tak mudah, dengan daya tarik masing-masing daerah tersebut, misalnya seperti ajang MotoGP di Mandalika dan Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, dinilai masih memungkinkan untuk diuji coba sebagai destinasi wisata kelas premium yang menerapkan konsep travel bubble.

Baca juga :  Benarkah Proyek Pariwisata Mandalika Terindikasi Melakukan Pemiskinan Massal?

Asosiasi juga meminta para pelaku usaha perjalanan wisata atau travel agent untuk mengemas paket wisata yang dimodifikasi dan menarik untuk meningkatkan nilai jual.

Lebih lanjut Budijanto menjelaskan, pihaknya berencana akan membuat gebrakan anyar di sektor pariwisata, yaitu sport tourism.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan, seiring dengan penutupan pintu masuk di beberapa negara akibat varian baru virus Corona, pemerintah nantinya akan menentukan negara-negara mana yang bisa dijadikan sasaran berdasarkan tren dalam menangani kasus Covid-19 dalam penerapan travel bubble di tahun 2021.

Selain itu, penanganan Covid-19 di tanah air selama liburan Natal dan Tahun Baru juga menjadi tolok ukur bagi negara lain untuk menjalin kemitraan penerapan travel bubble di Indonesia. Salah satu indikator utama yang menjadi pertimbangan adalah lewat penerapan protokol kesehatan yang ketat. (Dwi Eppy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...