Home Daerah Tempat Usaha yang Langgar Aturan PPKM di Padang Akan Disegel

Tempat Usaha yang Langgar Aturan PPKM di Padang Akan Disegel

TELENEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Padang dipastikan menindak tegas pelaku usaha yang tetap membandel dan tidak mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang mulai diberlakukan sejak 12 Juli sampai dengan 20 Juli 2021 mendatang.

Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, sanksi tegas itu diberlakukan atas permintaan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), yaitu menyegel tempat usaha yang tak mengindahkan aturan PPKM.

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) wali kota yang dikeluarkan beberapa waktu lalu dijelaskan bahwa tempat usaha, khususnya tempat makan tidak diizinkan melayani pelanggan yang ingin makan di tempat. 

“Sesuai permintaan Forkompinda Kota Padang, bagi pelaku usaha yang masih membandel akan disegel,” kata Hendri Septa.

Dia mengatakan, sanksi bagi pelanggar PPKM darurat ini menyesuaikan Perda nomor 1 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru. Namun sebelum memberlakukan sanksi, pihak Pemkot Padang Pertama-tama akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.

“Jika dua tiga kali ke depan akan kita sanksi sesuai Perda itu,” katanya.

aktivitas perkantoran pada sektor non esensial menerapkan Work From Home (WFH). Hal itu disampaikan Wali kota Padang Hendri Septa di Padang, Senin (12/7/2021).

Sementara aktivitas pada sektor-sektor esensial beroperasi menerapkan WFH dengan kapasitas maksimal 50 persen. Adapun sektor-sektor esensial tersebut seperti keuangan, perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun dan lembaga pembiayaan.

Kemudian pasar modal yang berorientasi kepada pelayanan, teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos dan media terkait. Lalu perhotelan non penanganan karantina, industri yang berorientasi ekspor.

“Untuk kegiatan pada sektor esensial pemerintah yang melayani pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya, menerapkan Work From Office (WFO) maksimal 25 persen,” jelasnya.

Baca juga :  Jasa Marga Targetkan Rest Area Pertama di Jalan Tol Sumatera Utara Selesai September 2020

Dia berharap, masyarakat dan pelaku usaha dapat mematuhi aturan dalam PPKM Darurat ini, sehingga upaya pemerintah dalam menekan angka kasus COVID-19 dapat berjalan optimal. 

Lakukan Penyekatan untuk Pintu Masuk ke Kota Padang

Selain melakukan pembatasan terhadap sejumlah kegiatan, pintu masuk ke Kota Bengkuang itu juga dilakukan penyekatan. Seluruh kendaraan yang akan masuk ke Kota Padang bakal diperiksa.

Terdapat pada enam titik, yakni Padang-Solok, Padang-Pesisir Selatan, Padang-Padang Pariaman (Bypass), Padang- Padang Pariaman (Lubuk Buaya), Pelabuhan Bungus dan Pelabuhan Muara.

Baca juga :  Skenario PPKM 6 Minggu, Ini Dampak Ekonominya

“Untuk bisa masuk, warga harus menunjukkan kartu vaksin (minimal 1 kali vaksin pertama), menunjukkan PCR H-2/rapid antigen H-1,” tutur Hendri Septa. (Taufik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Desa Wisata Ini Diprediksi Bakal Hits di Tahun 2022, Yuk Simak Apa Saja Daftarnya

TELENEWS.ID - Banyak solusi ketika Anda ingin mencari destinasi liburan bersama keluarga ataupun teman-teman dengan tema desa wisata. Saat ini trend mengunjungi...

Pemerintah Enggan Rekrut CPNS di Tahun 2022, Ternyata Ini Alasannya

TELENEWS.ID - Banyak informasi mengenai Pemerintah yang tidak akan melakukan perekrutan CPNS di tahun 2022. Kemudian dari aspek penambahan jumlah ASN juga...

Salah Satunya Bikin Awet Muda, 5 Alasan Kamu Harus Pakai Serum Vitamin C Mulai Dari Sekarang!

TELENEWS.ID - Serum menjadi salah satu skincare yang sekarang menjadi salah satu kebutuhan wanita masa kini. Rasanya perawatan wajah tak akan lengkap...

Berkaca Dari Supir Kecelakaan Maut Balikpapan, Ini 5 Tips Agar Tak Bangun Kesiangan

TELENEWS.ID - Berbagai fakta mengejutkan terungkap pasca kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi. Salah satunya,...