Home Metropolitan TGUPP DKI Jakarta, Anggaran Besar Kinerjanya Dipertanyakan

TGUPP DKI Jakarta, Anggaran Besar Kinerjanya Dipertanyakan

TELENEWS.ID – Untuk mempercepat kinerja dan juga membantu pekerjaan Gubernur, TGUPP atau Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah dibentuk oleh Pemprov DKI Jakarta. Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 16 Tahun 2019 Pasal 3 ayat (1), TGUPP bukanlah perangkat daerah, namun sebuah tim yang dibentuk dengan tujuan supaya mempercepat program prioritas Gubernur DKI Jakarta yang menjabat.

Bisa dikatakan, TGUPP ini adalah mata, telinga dan juga sistem syaraf dari Gubernur DKI Jakarta yang isinya terdiri dari tokoh, ahli, dan juga mereka yang menjadi tenaga profesional pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Selama Gubernur Anies Baswedan menjabat, publik banyak menyorot kinerja dari TGUPP yang dinilai hanya menghamburkan anggaran saja.

Beberapa tokoh seperti misalnya Alvin Wijaya, kemudian Bambang Widjojanto mundur dari jabatannya di TGUPP. Alvin dikabarkan dipecat oleh Anies, sementara Bambang mundur karena profesinya sebagai pengacara MArdani Maming yang sedang menghadapi proses hukum melawan KPK. TGUPP sendiri sudah ada sejak era Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Awalnya, TGUPP berjumlah 7 orang anggota, kemudian jumlahnya meningkat di masa kepemimpinan Ahok mencapai 9 orang. Namun, di masa kepemimpinan Anies Baswedan, anggota TGUPP ini jumlahnya meningkat menjadi 74 orang. Sudah pasti, anggaran yang dikeluarkannya juga akan ikut naik. Di tahun 2020 saja, anggarannya mencapai Rp. 26 Miliar, padahal di masa awal pembentukannya, anggaran untuk TGUPP hanya sebesar Rp. 1 miliar.
TGUPP di Masa Kepemimpinan Anies

Selama perjalanannya, TGUPP mengalami bongkar pasang keanggotaan yang masuk dan juga keluar. Beberapa dari mereka adalah anggota tim sukses Anies ketika berlaga dalam Pilkada 2017 yang lalu. Sebagian lagi juga ada dari kalangan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang mengundurkan diri.

Biaya operasional yang dikeluarkan hanya untuk TGUPP ini adalah Rp. 19,8 miliar. Rincian pengeluarannya adalah gaji ketua TGUPP Rp. 51,5 juta, kemudian untuk anggotanya memiliki rentang gaji antara Rp. 15,3 juta sampai dengan Rp. 31,7 juta. Pengeluaran besar juga dikeluarkan untuk honor narasumber dengan total mencapai Rp. 153 juta dan juga uang harian untuk perjalanan dinas dalam kota lebih dari 8 jam adalah Rp. 210.000.

Baca juga :  Sumur Resapan Gagal, 942 Project Akankah Menjadi Solusi Banjir DKI?

Kritikan terus datang kepada TGUPP yang dinilai membuat pekerjaan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi membingungkan. Karena adanya tumpang tindih pekerjaan yang dilakukan oleh TGUPP dan juga SKPD itu sendiri. Selain itu, dari segi anggaran sudah pasti akan mendapatkan kritik karena memiliki nilai yang sangat besar. Apalagi, TGUPP ini memakai dana APBD untuk biaya operasionalnya. Di tengah kritikan tersebut, Anies menilai bahwa TGUPP memiliki kinerja yang penting di tengah masyarakat.

“Justru TGUPP memainkan peran yang sangat instrumental karena itu buat saya makin banyak dikritik terkait TGUPP berarti kinerjanya mereka makin dirasakan,” ujar Anies, pada Oktober 2019 silam.

Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas mengatakan bahwa TGUPP ikut terlalu jauh dan juga mengintervensi pekerjaan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Marullah. Menurut Ilyas, Marullah tidak pernah diberikan kesempatan untuk bisa menjalankan wewenang di lingkungan ASN Pemprov DKI Jakarta. Padahal, Marullah adalah pimpinan dari ASN Pemprov DKI Jakarta yang sudah pasti memiliki jabatan strategis.

Baca juga :  Kenapa Kemang Kebanjiran? Basically, Inilah Penyebabnya

“Sudah pokoknya semua TGUPP dari awal. Ngaco. Gimana mau rapi, banjir. Nggak maksimal DKI ini sudah nggak maksimal. Perannya tidak sesuai,” tuturnya seperti yang dikutip dari Pikiran Rakyat pada (18/07/2022) lalu.

Dengan anggota yang sebanyak itu, TGUPP sudah berperan seperti SKPD secara keseluruhan di Pemprov DKI Jakarta. Namun, sampai dengan masa-masa akhir jabatan Anies, publik belum melihat kinerja dari TGUPP dalam menyelesaikan program yang sudah dirancang oleh Anies Baswedan. Anggaran yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kinerja dan juga hasil yang diharapkan oleh masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...

Pertamina Jadi Perusahaan RI Satu-satunya Masuk ke Fortune Global 500, yuk Simak Faktanya

TELENEWS.ID - Sejumlah prestasi dan kontribusi Pertamina untuk menyediakan energi bagi masyarakat Indonesia masih terus ditingkatkan. Bentuk prestasi Pertamina...

Mentan Sarankan Masyarakat Konsumsi Singkong untuk Gantikan Gandum yang Semakin Mahal

TELENEWS.ID - Kondisi harga gandum secara global mengalami perubahan dan meningkat lebih mahal karena kondisi perang Rusia-Ukraina. Alhasil dari...