Home Teknologi Tidak Mau Kalah dengan GoTo, Grab dan Bukalapak Akan Ikut IPO ?

Tidak Mau Kalah dengan GoTo, Grab dan Bukalapak Akan Ikut IPO ?

TELENEWS.ID – Kabar banyaknya perusahaan startup yang melakukan pemutusan hubungan kerja banyak karyawan dan mulai menipisnya anggaran investor, membuat perusahaan digital yang sudah berstatus growth semakin berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Hal ini dilakukan agar growth company ini agar tidak kehilangan dana investor dan melakukan inovasi untuk produk dan perusahaan untuk memberikan nilai baru kepada investor.

Growth company yang saat ini sedang berlomba-lomba melakukan berbagai inovasi baru untuk memberikan nilai tambah perusahaannya adalah Gojek bersama Tokopedia yang baru sama diberikan suntikan dana segar dari Telkomsel. Hal ini terbukti dengan suksesnya IPO yang GoTo lakukan bahkan berdampak positif bagi IHSG.

Kompetitor GoTo, Grab dan Bukalapak nampaknya juga akan bersiap melakukan hal yang sama untuk bisa merebut hati investor. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Padjajaran, Arief Yahya. Arief menjelaskan prediksinya bahwa Grab dan Bukalapak merupakan dua perusahaan yang memiliki status dan kategori sama persis dengan Gojek dan Tokopedia. Kedua perusahaan tersebut diprediksi juga bisa melakukan hal yang sama dan bergabung. Hal tersebut bisa terjadi dan akan menjadi kompetitor sepadan untuk GoTo.

Masyarakat juga bisa memiliki pilihan platform berbeda dengan program marketing dan keuntungan berbeda yang ditawarkan dari masing-masing perusahaan. Mantan Menteri Pariwisata periode 2014-2019 ini juga menjelaskan untuk dengan bergabungnya GoTo akan ada inovasi bisnis yang akan ditawarkan kepada pengguna yang tentu semakin memudahkan mereka bertransaksi. Jika Bukalapak dan Grab tidak melakukan hal yang sama, salah satu kekurangannya adalah tidak terciptanya inovasi bisnis baru dari keduanya yang bisa diberikan kepada pengguna seperti yang ditawarkan GoTo.

Grab dan Bukalapak harus mulai memperhitungkan digital vortex perusahaan masing-masing untuk menghadapi inovasi kompetitor dari GoTo. Digital vortex disini adalah perbandingan dampak digitalisasi kepada industri masyarakat. Secara digitalisasi teknologi dengan bergabungnya GoTo, maka Gojek akan memiliki penambahan bisnis yang bisa dimasukkan ke dalam platformnya yaitu pusat perbelanjaan online lengkap dari Tokopedia. Sedangkan Tokopedia akan semakin memudahkan penggunanya dalam hal pengiriman barang dan kenyamanan serta kepercayaan bahwa Gojek merupakan platform terpercaya untuk itu. Itulah mengapa nilai dari perusahaan Gojek dan Tokopedia meningkat drastic setelah bergabung dan sukses dalam IPO mereka. (Angela Limawan)

Baca juga :  Diretas Hacker, Data dan Dokumen Penting CD Projekt Red Dalam Bahaya!
Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...