Home Nasional Timboel Siregar Sebut Prev-Prom sebagai Titik Mula Pembenahan Ekosistem JKN

Timboel Siregar Sebut Prev-Prom sebagai Titik Mula Pembenahan Ekosistem JKN

Ilustrasi pasiem Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan (ist)


TELENEWS.id, JAKARTA – Covid-19 telah menghantam semua sendi kehidupan global dan terkhusus bangsa kita.  Ekonomi dan bisnis dihantam sehingga pertumbuhan ekonomi dunia terus melambat dan menunjukkan nilai negatif. 


Mentransisi kehidupan dalam normal baru menjadi pilihan untuk menggerakkan kembali perekonomian dengan mengedepankan protokol kesehatan. 


Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar mengatakan, inti utama masa transisi ini adalah hidup sehat dengan mengedepankan preventif dan promotif (Prev-Prom) kesehatan.


Timboel menjelaskan, dengan momentum Covid19 ini memang saatnya Pemerintah lebih memfokuskan pada Prev-Prom. Dari sisi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),  ini yang akan menjadi titik mula perbaikan ekosistem JKN. Selama ini carut marut JKN hanya dilihat dari sisi kuratif tanpa pernah melihat di hulu yaitu Prev-Prom.


Rendahnya persepsi dan kesadaran  Pemerintah dan BPJS kesehatan dalam melihat Prev-Prom bisa diukur dari anggaran yang dialokasikan. Anggaran dibuat kecil hanya karena perspektif dan persepsi terhadap Prev-Prom rendah. 


“Program JKN selama ini hanya dipandang sebagai kuratif semata. Saatnya puskesmas dikembalikan untuk melaksanakan tugas Prev-Prom. Ada dokter yang keliling ke lingkungan melihat kondisi kesehatan rakyat termasuk tempat tinggal mereka melihat sanitasi dan kondisi lingkungan lainnya, atau tindakan lain sehingga kesehatan masyarakat lebih baik lagi,” kata Timboel dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7/2020).


Dia menjelaskan, dari total realisasi beban biaya di 2019 DJS JKN sebesar 108 Triliun,  realisasi anggaran Prev-Prom hanya Rp. 499 miliar,  di bawah 0,5%. Tahun 2020 dari RKAT beban biaya yg Rp.  111,24 Triliun,  preventif promotif hanya dianggarkan Rp.  584 miliar, masih sekitar 0,5%.


Prev-Prom bersama kuratif dan rehabilitatif diamanatkan Pasal 22 ayat 1 UU SJSN tetapi Direksi BPJS kesehatan sangat tidak berkualitas memaknai Prev-Prom dari sisi anggaran. 

Baca juga :  Ups! Ratusan Juta Data Penduduk RI Diperjualbelikan Di Internet!


Sebentar lagi sekitar Februari 2021 Direksi BPJS kesehatan 2016 – 2021 selesai masa tugasnya, semoga Panitia Seleksi Direksi dan Dewas BPJS kesehatan mampu menggali pengetahuan dan visi misi calon direksi dan dewas BPJS kesehatan untuk masalah Prev-Prom, sehingga Direksi yang baru akan mampu mengartikulasi Prev-Prom dengan lebih baik.


“Dengan Prev-Prom yang berkualitas maka Ekosistem JKN akan semakin mudah untuk diperbaiki,” tutupnya. (Panajaitan).

Baca juga :  Naikan Iuran BPJS di pandemi Covid-19, Pengamat Sebut Jokowi Tambah Beban Rakyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...

Kementerian PUPR Antisipasi Banjir di Mandalika

TELENEWS.ID - Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu...

Tetap Cantik Saat Touring, Ini 6 Tips Menjaga Kulit dan Rambut untuk Para Lady Biker

TELENEWS.ID - Kesan garang dan tangguh dari seorang lady biker memang tak bisa untuk dipungkiri. Ini karena touring dengan motor umumnya dilakukan...