Home Nasional Politik UMP DKI Naik Hanya Rp. 37 Ribu, Buruh Salahkan Anies

UMP DKI Naik Hanya Rp. 37 Ribu, Buruh Salahkan Anies

TELENEWS.ID – UMP DKI Jakarta sudah ditetapkan dengan jumlah 1,09% yakni menjadi Rp. 4.453.936 yang akan mulai berlaku pada tahun 2022 mendatang. Meskipun UMP DKI Jakarta tersebut naik, nyatanya hal tersebut tidak membuat para buruh yang bekerja di wilayah DKI Jakarta puas. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal menuding Anies menjadi penyebab buruh di DKI dibayar murah.

“Gubernur DKI biang kerok. Karena kalau Gubernur DKI sudah putuskan UMP maka akan susah nanti UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota),” ujar Iqbal dalam sebuah keterangan kepada media pada Senin (22/11/2021) lalu. Dirinya juga menyebut Anies Baswedan takut dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri yang berisi mengenai UMP harus sesuai dengan formula Kementerian Tenaga Kerja.

Said menyindir Anies untuk bisa melawan jika memang Gubernur DKI Jakarta tersebut memang berpihak kepada rakyat. Atas dasar itu, rencananya buruh akan melakukan unjuk rasa di Balaikota DKI Jakarta pada tanggal 29 dan 30 November 2021. Selain menggelar aksi di Balaikota, buruh juga berencana akan menggelar aksi di Istana Merdeka dan Kementerian Tenaga Kerja.

Sementara itu, Anies mengatakan bahwa besaran UMP ini sudah ditentukan berdasarkan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja. Sementara formula yang terdapat dalam pasal 26 dan 27 PP Nomor 36 Tahun 2021 mengenai Pengupahan berlaku untuk buruh atau pekerja dengan masa kerja kurang dari 1 tahun.

Selain itu, Pemprov DKI juga akan memberikan kewajiban kepada pengusaha untuk bisa mengatur skala upah dan juga struktur yang ada di perusahaan tersebut dengan memperhatikan kemampuan bagi perusahaan tersebut. Tentu saja, Pemprov DKI akan mengawasi dan menindak pengusaha yang kedapatan tidak mematuhi peraturan tersebut.

Baca juga :  Zulfikar : Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Penjara 1 Tahun atau Denda 100 Juta Rupiah

Kenaikan upah memang selalu menjadi polemik setiap tahunnya, di mana hal ini belum memberikan solusi yang terbaik bagi para pekerja atau buruh di Indonesia. Sebab, banyak yang menilai bahwa kenaikan UMP ini tidak berpengaruh banyak terhadap taraf hidup buruh, terutama di wilayah yang menjadi sentra industri Indonesia seperti DKI Jakarta, Banten, dan juga Jawa Barat. (Latief)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...

Kementerian PUPR Antisipasi Banjir di Mandalika

TELENEWS.ID - Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu...

Tetap Cantik Saat Touring, Ini 6 Tips Menjaga Kulit dan Rambut untuk Para Lady Biker

TELENEWS.ID - Kesan garang dan tangguh dari seorang lady biker memang tak bisa untuk dipungkiri. Ini karena touring dengan motor umumnya dilakukan...