Home Metropolitan Update Terbaru Pimpinan Ibukota Baru Dan Persiapan Infrastruktur

Update Terbaru Pimpinan Ibukota Baru Dan Persiapan Infrastruktur

TELENEWS.ID – Pada 24 Agustus 2021 lalu, Presiden Joko Widodo meninjau langsung persiapan infrastruktur yang akan melengkapi ibukota baru di Kalimantan Timur. Infrastruktur tersebut antara lain adalah Jalan Tol Balikpapan – Samarinda.

Peninjauan tersebut juga dihadiri beberapa menteri kabinet kerja seperti Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, Menteri Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas , Suharso Monoarfa. Suharso menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang akan menunjang system logistik di Kalimantan sudah dijalankan mengingat target pemindahan ibukota adalah pada semester pertama 2024.

Pembangunan akan dilakukan bertahap mengutamakan hal-hal penting penunjang kebutuhan beroprasinya pemerintahan pada 2024 hingga aparat sipil Negara (ASN) yang akan dimutasi ke Kalimantan Timur.

Menurut Menteri Sosial, Tri Rismaharini, pembangunan infrastruktur ibukota baru merupakan projek jangka panjang yang akan memakan waktu 15 – 20 tahun ke depan. Untuk itu diperlukan kerja sama antara pemerintah dengan beberapa pihak seperti swasta.

Dengan sistem BOT, pemerintah tidak akan kesulitan dalam pembangunan infrastruktur dan penunjang kehidupan masyarakat karena menjadi tanggung jawab swasta. Sedangkan pihak swasta juga tidak akan dirugikan dengan ikut membangun Ibukota baru bersama pemerintah dan tetap akan mendapat keuntungan yang dibutuhkan perusahaan.

Hal menarik lain dari perkembangan ibukota baru adalah siapa kepala otorita ‘Nusantara’ ini? Seperti yang telah diketahui, ibukota tidak akan lagi dipimpin kepala daerah melainkan kepala otorita.

Kepala otorita adalah jabatan setingkat menteri yang akan bertanggung jawab dengan keberlangsungan ibukota baru, dan langsung dipilih serta diangkat oleh Presiden. Adapun masa jabatan kepala otorita adalah 5 tahun.

Baru-baru ini pada kesempatan pidatonya, Presiden Joko Widodo memberikan kriteria calon kepala otorita ibukota baru. Beliau mengatakan salah satu latar belakang yang dicari adalah pemimpin yang memiliki pengalaman dibidang arsitektur. Menyambut pernyataan Presiden tersebut, sejumlah peserta yang mendengarkan pidato presiden bertanya apakah salah satu kandidatnya merupakan orang yang bersuku Sunda. Namun Presiden tidak menanggapi pertanyaan ini dan hanya tersenyum.

Baca juga :  Mengapa Kongres PSSI Akan Digelar Secara Tatap Muka?

Sejumlah spekulasi muncul segera setelah munculnya pernyataan presiden ini. Beberapa nama-nama yang memiliki latar belakang arsitek meramaikan media nasional. Antara lain Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini, Walikota Makassar, Danny Pomanto, dan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Diketahui saat ini Ridwan Kamil sudah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2024 dan tinggal menunggu pinangan partai mana yang akan beliau pilih. Saat dijumpai wartawam terkait pernyataan Presiden soal kepala otorita harus berlatar belakang arsitek, gubernur jabar yang sering disapa Kang Emil ini hanya menjawab singkat,”Kita tunggu saja.” (Angela Limawan)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Rapor Merah DKI Jakarta untuk Masalah Sosial

TELENEWS.ID - Pemindahan Ibukota Republik Indonesia ke Kalimantan sudah disahkan oleh Presiden Joko Widodo dan hanya tinggal menunggu beberapa tahun lagi. Itu...

Tidak Mau Kalah dengan Singapura, Indonesia Luncurkan Kendaraan Listrik Tanpa Pengemudi

TELENEWS.ID – Singapura sudah banyak menggunakan robot untuk membantu masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari. Bahkan Singapura juga sudah menggunakan robot sebagai pengganti polisi...

Sisi Gelap Petinggi dan Model Victoria’s Secret

TELENEWS.ID – Victoria’s Secret adalah sebuah perusahaan yang menjual berbagai kebutuhan wanita yang berasal dari Amerika Serikat yang berdiri sejak 12 Juni...

Anggaran ITF Membengkak, Kok Bisa?

TELENEWS.ID - Pembangunan Intermediate Treaty Facility atau ITF. ITF sendiri adalah tempat pengolahan sampah sementara sebelum sampah dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir...