Home Nasional Hukum UU ITE Direvisi, Tak Bisa Lagi Jerat Pelaku Mesum?

UU ITE Direvisi, Tak Bisa Lagi Jerat Pelaku Mesum?

TELENEWS.ID – Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), baru saja kembali direvisi. Salah satu poin yang disorot adalah para pelaku perbuatan mesum kini tak bisa dijerat oleh pasal peraturan tersebut. Bagaimana maksudnya?

Penjelasan perihal revisi UU ITE disampaikan oleh Menko Polhukan Mahfud MD. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menjelaskan bahwa salah satu pasal yang direvisi adalah pasal 27 Ayat 1 tentang penyebaran konten asusila.

Mahfud menjelaskan bahwa kini, pihak yang bisa dijerat dengan UU ITE adalah mereka yang menyebarkan video perbuatan asusila atau mesum tersebut kepada orang lain dengan niat untuk diketahui khayalak melalui sarana media elektronik, bukan mereka yang melakukan perbuatan di dalam video.

“Jadi orang yang melakukan kesusilaan tidak bisa dijerat UU ITE. Tetapi yang dijerat adalah orang yang memiliki niat menyebarluaskan video untuk diketahui oleh masyarakat umum,” Tutur Mahfud dalam sebuah wawancara hari Jumat (11 Juni) kemarin.

Lebih lanjut, Mahfud juga menyatakan bahwa orang yang berbicara mesum dan mengirim gambar mesum di media elektronik secara pribadi juga tidak bisa dijerat dengan UU ITE, selama tidak dimaksudkan untuk konsumsi publik. Namun, tetap masih bisa dikenakan pasal dari Undang-Undang terkait lainnya.

“Yang menyebarkan, kalau orang cuma bicara mesum, orang saling kirim membuat gambar melalui elektronik tetapi dia bukan penyebarnya itu tidak apa-apa, apa tidak dihukum? Dihukum tapi bukan UU ITE, itu ada UU sendiri misalnya undang-undang pornografi, misalnya,” Tutur Mahfud.

Pada kesempatan yang sama, Mahfud juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mencabut UU OTE. Menurutnya, menghilangkan peraturan tersebut justru sama saja dengan mencelakakan diri sendiri. “UU ITE tidak akan dicabut, bunuh diri kalau kita mencabut UU ITE itu,” cetus Mahfud.

Baca juga :  Kasus Video Asusila Mirip Artis Naik ke Tingkat Penyidikan

Mahfud memaparkan bahwa gagasan untuk merevisi UU ITE tersebut muncul setelah pemerintah melakukan forum grup diskusi dengan sekurangnya 50 orang akademisi, praktisi hukum, pelapor UU ITE, korban UU ITE, politisi serta jurnalis secara perorangan maupun organisasi.

Hal itu pun dilakukan untuk menghilangkan paradigma bahwa UU ITE bersifat ‘karet’ serta menegaskan penerapan setiap pasalnya secara tepat. (Billy Bagus)

Most Popular

Bisa Memicu Jerawat, Ini 5 Efek Buruk Makanan Pedas Bagi Kesehatan

TELENEWS.ID-Orang Indonesia dikenal sebagai pencinta makanan pedas. Rasanya makan tak lengkap tanpa menambahkan satu sendok sambal,atau menambahkan banyak cabai dalam masakan. Bahkan...

Lesty-Billar Sembunyikan Pernikahan Siri, Ternyata Ada Manfaat Dari Menikah Diam-diam

TELENEWS.ID-Berita mengejutkan datang dari pasangan muda Rizky Billar dan Lesty Kejora. Setelah isu Lesty berbadan dua sebelum resmi menikah, pasangan ini pun...

Ingin Punya Kulit Glowing Seperti Tasya Farasya? Coba Santap Buah-buahan Segar ini

TELENEWS.ID-Tasya Farasya belum lama ini merilis brand kosmetiknya sendiri, yang langsung laris manis bak kacang goreng. Wanita cantik berdarah Timur Tengah ini...

Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

TELENEWS.ID-Ditemukannya klaster sekolah belum lama ini tentu membuat banyak orangtua merasa was-was. Apalagi memang anak-anak di beberapa wilayah akan segera masuk sekolah...