Home Ekonomi Wah! Rupanya Bitcoin Sempat Dijadikan Alat Transaksi Narkoba Di Indonesia

Wah! Rupanya Bitcoin Sempat Dijadikan Alat Transaksi Narkoba Di Indonesia

TELENEWS.ID – Kendati tengah menjadi sorotan karena dianggap sebagai alat investasi potensial, rupanya Bitcoin memiliki sejarah cukup kelam di Indonesia. Mata uang kripto populer itu ternyata sempat dipakai untuk bertransaksi narkoba.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indrasari Wisnu Wardhana di sela penjelasan perihal latar belakang pengaturan aset kripto di Indonesia.

“Terkait aset kripto, mungkin dapat kami sampaikan Bapak Ibu sekalian, awalnya adalah begitu aset 2 tahun yang lalu saat aset kripto ini berkembang itu diadakan rapat di tingkat Kantor Menko Perekonomian, siapa yang akan mengatur dan akan diatur seperti apa,” tutur Wisnu dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) yang disiarkan lewat kanal Youtube Komisi VI.

“Karena waktu itu ditengarai bahwa aset kripto ini dijadikan alat untuk melakukan transaksi keuangan yang ilegal yaitu antara lain dari BNN menyatakan sudah pernah terjadi transaksi narkotika dengan pembayaran melalui aset kripto. Kemudian dari BIN juga begitu menyatakan hal yang sama” papar Wisnu.

Fakta mengejutkan tersebut pun membuat pemerintah Indonesia segera memutuskan bahwa aset digital itu harus segera diatur secara resmi agar tidak semakin disalahgunakan. Di saat yang sama, pemerintah juga memahami potensi asep kripto dari segi bisnis, karena bisa memberikan kontribusi khususnya pada pertumbuhan startup digital.

Pada pembahasan di tingkat Kantor Menko, Wisnu menyebut bahwa aset kripto diakui memiliki potensi yang sangat besar untuk pertumbuhan startup di dalam negeri. Namun bila tidak diatur, ia mengkuatirkan bahwa kemungkinan besar akan terjadi ‘outflow’, karena masyarakat tidak bisa melakukan transaksi di Indonesia, akhirnya melakukan pertukaran aset digital tersebut di luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Wisnu juga menegaskan bahwa saat ini, aset kripto tidak bisa dijadikan alat transaksi resmi di Indonesia. “Berdasarkan Undang-undang Mata uang aset kripto ini tidak bisa dijadikan alat tukar karena satu-satunya alat tukar yang sah hanya rupiah. Sehingga kita menyatakan aset kripto bukan alat pembayaran,” tegas dia.

Baca juga :  KRL Yogyakarta-Solo Beroperasi 1 Februari 2021, Berikut Panduan Lengkapnya!

Adapun Wisnu juga mengungkap fakta bahwa transaksi kripto memang tengah meningkat pesat di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Pada tahun 2020 lalu saja, nilai transaksi aset kripto telah mencapai angka Rp 64 Triliun. Nilai transaksi itu kemudian melesat dan dalam kurun waktu 5 bulan dari Januari hingga Mei 2021 mencapai Rp 370 Triliun. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...