Home Internasional Keterlibatan CIA di Tubuh Pemerintahan Indonesia

Keterlibatan CIA di Tubuh Pemerintahan Indonesia

TELENEWS.ID – Central Intelligence Agency atau CIA adalah salah satu dinas intelijen di dunia yang dikenal memiliki jaringan di hampir semua wilayah di belahan bumi ini. Edward Snowden, mantan agen NSA yang sempat diburu oleh pemerintah Amerika Serikat dalam bukunya yang berjudul Permanent Record menuliskan bahwa CIA menempatkan agennya di setiap kedutaan besar Amerika Serikat di seluruh dunia.

Agen CIA tersebut tergabung dalam sebuah tim yang namanya TISO atau Technical Security Information Officers yang mengurusi masalah teknis di setiap kedutaan besar Amerika Serikat. CIA tidak mudah percaya dengan orang-orang asing bahkan pegawai yang ada di negara kerabat sekalipun. Para agen tersebut menyamar sebagai atase di kedubes dan mendapatkan penyamaran diplomatik (diplomatic cover).

Sering Beroperasi di Indonesia

Sebagai salah satu negara yang paling strategis dalam hal perekonomian, khususnya di Asia, Indonesia tidak luput dari perhatian Amerika Serikat. Terlebih, ketika awal-awal masa kemerdekaan Indonesia dan di masa kepemimpinan Soekarno, Amerika tidak ingin kehilangan Indonesia yang saat itu lebih condong ke Timur (Soviet).

Oleh karenanya, pemerintah Amerika saat itu mengirimkan agen mereka untuk sekedar mencari informasi atau melaporkan kondisi politik Indonesia di masa-masa tersebut. Jane Foster adalah salah satu agen CIA yang ditugaskan untuk memantau situasi Indonesia di masa kemerdekaan setelah Jepang kalah perang.

Saat itu, CIA masih bernama OSS Office of Strategic Services yang merupakan dinas intelijen Amerika Serikat di masa Perang Dunia 2. Jane Foster saat itu menjadi penerjemah Letnan Kolonel K.K. Kennedy yang berhubungan langsung dengan Presiden Soekarno dan beberapa tokoh nasional lainnya seperti Iwa Koesoema, Amir Sjarifuddin, Soebardjo, dan juga Wapres Mohammad Hatta.

Aktivitas CIA di Indonesia semakin intens antara tahun 1958-1965 di mana saat itu Amerika Serikat sedang berada di masa Perang Dingin dengan Soviet. Indonesia, meskipun menganut politik luar negeri bebas aktif, nyatanya lebih condong ke arah Timur yang membuat Amerika Serikat sedikit kebakaran jenggot.

Baca juga :  Twitter Pastikan ‘Banned’ Untuk Donald Trump Bersifat Permanen

Dalam sebuah dokumen yang dibuka untuk publik, CIA terlibat dengan tragedi 30 September 1965. Namun, mereka lebih memilih bekerja di belakang meja dengan memberikan bantuan berupa walkie-talkie, obat-obatan dan juga sejumlah uang yang dititipkan lewat Duta Besar Amerika Serikat saat itu, Marshall Green. Kebijakan Amerika Serikat ini dilakukan karena Presiden Soekarno dianggap terlalu condong ke Komunis.

Misteri Keterlibatan Adam Malik

Adam Malik mantan Wakil Presiden Indonesia dianggap sebagai salah satu agen CIA yang ada di dalam pemerintahan Indonesia. Hal itu disebut dalam sebuah buku yang ditulis oleh jurnalis The New York Times, Tim Weiner dengan judul “Membongkar Kegagalan CIA”. Weiner saat itu mewawancarai perwira CIA, Clyde McAvoy yang bertemu dengan Adam Malik pada 1964 di Jakarta pada tahun 1964.

McAvoy menyebut bahwa CIA sudah merekrut dan mengontrol Adam Malik yang disebutnya sebagai pejabat Indonesia tertinggi yang pernah direkrut oleh CIA. Adam Malik kemudian meminta dana Rp. 50 Juta saat itu atau setara dengan Rp. 434 Miliar kepada Amerika Serikat untuk membiayai gerakan Aksi Pengganyangan Gestapu.

Baca juga :  G20, Akses Vaksin Corona dan Solusi Krisis Ekonomi Global

Tidak diketahui apakah Amerika Serikat memberikan dana sesuai dengan jumlah yang diminta Adam Malik atau tidak, namun setelah bulan Oktober 1965 itu memang terjadi aksi pembantaian besar-besaran kepada warga sipil yang dianggap pro komunis yang saat ini masih belum bisa dilupakan oleh masyarakat Indonesia.

Tidak ada bukti yang valid mengenai keterlibatan Adam Malik di dalam dinas intelijen Amerika Serikat tersebut. Karena jika dilihat dari rekam jejak politiknya, Adam Malik merupakan tokoh tanah air dengan pandangan politik nasionalis yang lebih cenderung ke sosialis. Bukan tidak mungkin juga jika Adam Malik adalah sleeper agent atau seseorang yang secara tidak sadar dikendalikan oleh CIA untuk menjadi agen mereka secara diam-diam. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Deretan Destinasi Incaran Wisatawan Berkonsep Alam dan Budaya di Papua, Simak Daftarnya

TELENEWS.ID - Berbicara seputar deretan tempat wisata unggulan sekaligus menjadi incaran semua wisatawan lokal sampai mancanegara pastinya memberi penawaran menarik.

Dianggap Berjasa, Layakkah Brigadir Yoshua Diangkat Sebagai Pahlawan?

TELENEWS.ID - Pengacara Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Brigadir Josua sebagai pahlawan pada peringatan HUT...

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...