Home Internasional Divonis 10 Tahun Penjara, Pemerintah Iran Pindahkan Cendekiawan Australia ke...

Divonis 10 Tahun Penjara, Pemerintah Iran Pindahkan Cendekiawan Australia ke Penjara yang Lebih Buruk

cendekiawan bernama Kylie Moore-Gilbert (ist)

TELENEWS. id, IRAN – Seorang cendekiawan berkewarganegaraan Australia dan Inggris, yang sedang menjalani hukuman penjara 10 tahun di Iran atas tuduhan spionase, dipindahkan ke sebuah penjara yang terkenal karena kondisinya yang buruk. Pemerintah Australia mengukuhkan terjadinya pemindahan perempuan cendekiawan bernama Kylie Moore-Gilbert itu, Rabu (29/7) dikutip dari VOA.

Moore-Gilbert tercatat sebagai dosen kajian Timur Tengah di Universitas Melbourne ketika dimasukkan ke penjara Evin di Teheran pada September 2018. Ia ditangkap di bandara Teheran dalam perjalanan pulang ke negara tempat tinggalnya, Australia, setelah menghadiri sebuah konferensi akademis di Iran.

Iran menginformasikan Australia, Moore-Gilbert baru-baru ini dipindahkan ke Penjara Qarchak yang terletak di bagian timur Teheran, kata sebuah pernyataan yang dirilis Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Pernyataan tersebut juga mengatakan, pihak berwenang Australia kini sedang mengusahakan akses konsuler ke perempuan tersebut di lokasi yang baru. “Iran bertanggungjawab atas keselamatan dan kesejahteraan Dr. Moore-Gilbert, “ sebut pernyataan itu.

Center for Human Rights, sebuah organisasi HAM di Iran yang berbasis di AS mengecam penahanan Moore-Gilbert. Direktur eksekutif organisasi itu, Hadi Ghaemi, dalam sebuah pernyataannya, menuding pihak berwenang Iran melakukan pelanggaran hukum dan kekejian terhadap perempuan itu.

Reza Khandan, suami Nasrin Sotoudeh (pengacara HAM yang ditahan di penjara Evin), memposkan sebuah pernyataan di media sosial yang mengatakan, pemindahan Moore-Gilbert ke Penjara Qarchak merupakan sebuah bentuk hukuman.

Australia menganggap kasus Moore-Gilbert sebagai salah satu prioritas tertinggi. Duta besar Australia untuk Iran baru-baru ini menjenguknya di penjara Evin, dan Moore-Gilbert sempat berkomunikasi lewat telepon dengan keluarga dan kedutaan.

Moore-Gilbert pernah melakukan mogok makan dan meminta pemerintah Australia mengambil tindakan lebih banyak lagi untuk membebaskannya dari hukuman penjara, setelah hampir dua tahun menjalaninya. Tahun lalu, ia menulis surat ke Perdana Menteri Scott Morrison yang mengatakan ia menjadi objek pelanggaran hukum dan HAM di Iran (VOA).

Baca juga :  Menkes Jerman Klaim wabah Covid-19,Dapat DiKelola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

New York Rasa Lokal Ada di Broadway Alam Sutera

TELENEWS.ID- Bicara rencana liburan untuk akhir pekan, sepertinya seru untuk dibahas. Bukan tanpa sebab, saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah...

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...