Home Gaya hidup Lelah Kerja Full Gaji Pas-Pasan, 'Kaum Rebahan' Jadi Tren Di China

Lelah Kerja Full Gaji Pas-Pasan, ‘Kaum Rebahan’ Jadi Tren Di China

TELENEWS.ID – Lelah dengan kultur bekerja keras namun dengan imbalan yang kecil? Anda tidak sendirian. Di China, para kaum mudanya sedang dilanda sebuah tren gaya hidup ‘kaum rebahan’ sebagai bentuk protes terhadap budaya kerja negara tersebut yang kurang memperhatikan kesejahteraan pegawai.

Tren gaya hidup baru di China itu disebut dengan istilah “Tang Ping” yang dipopulerkan oleh media sosial Weibo. Gagasan di balik istilah itu adalah tidak bekerja terlalu keras, puas dengan apa yang telah diraih dan selalu menyempatkan waktu untuk bersantai.

“Rebahan saja adalah gerakan bijakku” tulis salah seorang netizen di forum diskusi Tieba. “Cukup dengan rebahan saja, manusia bisa menjadi tolok ukur segala sesuatu”. Sayangnya, unggahan itu kini telah dihapus oleh admin forum tersebut.

Tren “Tang Ping” pun segera menyebar ke seantero China dan menjadi bahan perbincangan hangat. Banyak netizen dari seluruh dunia yang memberi dukungan pada gerakan tersebut, hingga menginspirasi munculnya meme-meme baru, bahkan ada pula yang menganggapnya sebagai suatu gerakan spiritual.

Munculnya gerakan “Tang Ping” merupakan akibat dari tekanan negara China bagi kaum usia muda negara tersebut, yang kebanyakan lahir dan tumbuh besar di bawah kebijakan “satu anak cukup”. Akibatnya, mereka diharapkan untuk melakoni jam kerja yang lebih panjang ketimbang generasi sebelumnya karena jumlahnya dua kali lebih banyak dari warga usia pensiun.

Anak muda China juga menghadapi tekanan lebih besar di era digital untuk mematuhi norma sosial yang diatur dengan sistem kredit elektronik yang kontroversial. Mereka juga dipaksa untuk menunjukkan nasionalisme mereka dengan memboikot perusahaan dan brand asing, serta didesak untuk memakai produk buatan negeri mereka sendiri.

Baca juga :  Wajib Disantap, Ini 7 Makanan Yang Bermanfaat Untuk Menjaga Kesehatan Otak

Pemerintah China sendiri sepertinya menganggap gerakan “Tang Ping” sebagai suatu ancaman. Mereka mulai membredel forum-forum yang memperbincangkan gerakan tersebut di sejumlah platform media sosial seperti Tieba dan Sina Weibo. 

Laman berita dalam negeri China seperti Sixth Tone juga menyebut gerakan “Tang Ping” sebagai pertanda kebangkitan “budaya hari kiamat” dimana para kaum muda mencerminkan sikap etika kerja rendah, kurang motivasi diri dan sikap apatis. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Menurut Penelitian, Pria dengan 7 Sifat Ini yang Bakal Jadi Pasangan Terbaik Untukmu

TELENEWS.ID - Bagi wanita memilih pasangan bukanlah hal yang main-main. Banyak hal yang harus mereka pertimbangkan sebelum memilih pasangan, baik untuk menjadi...

Membongkar 5 Mitos Seputar Operasi Caesar, Proses Melahirkan yang Dipilih Nagita Slavina

TELENEWS.ID - Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya menimang buah hati mereka yang kedua. Pada Jumat, 26 November 2021 kemarin, Gigi...

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...