Home Gaya hidup Kesehatan Pendidikan Perlu Tetap Berjalan di Tengah Tingginya Varian Omicron, Pimpinan MPR Minta...

Pendidikan Perlu Tetap Berjalan di Tengah Tingginya Varian Omicron, Pimpinan MPR Minta Evaluasi PTM

TELENEWS.ID – Berbagai evaluasi terkait sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah meningkatnya kasus Omicron saat ini terus dilakukan. Menjadi salah satu dilema Pemerintah daerah dimana angka kasus yang meningkat dikombinasi oleh varian Omicron yang terkenal cepat menular, namun dari proses PTM harus tetap dijalankan.


Dari pernyataan Wakil Ketua MPR Fraksi PKB, Jazilul Fawaid dirinya tetap mendukung semua langkah Pemerintah untuk tetap evaluasi dari sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang sekolah dari awal tahun 2022.


Proses PTM dan semua evaluasinya masih diperlukan untuk bisa mencegah dan juga memutus rantai penyebaran Covid 19 terutama dari varian Omicron yang mana memang lebi cepat menular dan menyebabkan gelombang 3.


Dilansir dari pernyataan Jazilul kepada wartawan dimana munculnya gelombang 3 varian Omicron ini perlu adanya evaluasi menyeluruh terutama di bagian sistem pendidikan yang mana harus bisa melindungi anak-anak sekolah sehingga harus ada pemantauan dan juga penilaian secara bertahap.


Selain itu Jazilul sendiri menjelaskan bahwa ada evaluasi PTM yang masing-masing daerah sudah menetapkan semua standar yang mana tidak selalu sama karena masih disesuaikan dengan level PPKM.


Karena itu masih ada daerah yang menerapkan PTM mencapai 50% saja, meskipun dari evaluasi PTM ini masih terus dilakukan, tentu saja ada dorongan penting dari sistem pendidikan yang harus terus berjalan.


Menurut Jazilul penggunaan sistem PTM 50% ini dinilai cukup penting karena bisa dikatakan memberi manfaat bagi siswa meskipun adanya peningkatan kasus Covid, kemudian untuk daerah terpaksa harus menutup proses PTM juga perlu melakukan pembelajaran jarak jauh.


Pria yang kerap disapa Gus Jazil ini juga mengharapkan ada dorongan dimana proses pendidikan masih tetap berlangsung meskipun ada pengurangan dari jumlah siswa di setiap kelas. Maka dari itu pendidikan bagi anak-anak dirasakan penting sebagai generasi penerus bangsa yang mana anak-anak perlu dibekali untuk bisa menghadapi masa depan.

Baca juga :  Ironi Dunia Pendidikan di Tengah Pandemi, 179 Siswa di Blora Putus Sekolah


Pada proses PPKM di setiap daerah yang berbeda-beda levelnya pemerintah sendiri masih menerapkan PJJ. Sehingga ada kekurangan dari beberapa bagian yang kemudian bisa diperhitungkan untuk solusi saat masyarakat harus menghindari kerumunan untuk mengurangi resiko tertular Covid 19.


Harus ada langkah tepat untuk bisa mengatasi beberapa keterbatasan karena kondisi pandemi Covid 19 yang mana PJJ ini masih dirasakan cukup tepat untuk mengatasi kondisi pandemi Covid 19 seperti sekarang dengan kualitas pembelajaran yang tetap mengacu pada kualitas mutu pendidikan.


Jazilul juga menambahkan bahwa dari pihak orang tua beserta anak ini telah memiliki pengalaman dengan sistem PJJ. Sehingga dari pengalaman tersebut orang tua dan anak masih tetap siap untuk bisa melakukan PJJ dalam jangka waktu lama.


Pihak Pemerintah mungkin bisa mengevaluasi kembali dari sistem PJJ yang mana masyarakat termasuk orang tua siswa juga perlu mendapatkan kuota internet untuk dapat melangsungkan sistem pendidkan jarak jauh di semua daerah.

Baca juga :  Mahyeldi Ajak Warga Mampu di Sumbar Sekolahkan Anak ke Swasta


Tidak hanya fokus dari sistem pendidikan saja, tetapi Pemerintah diharapkan bisa mendukung beberapa daerah terisolir untuk mendapatkan vaksin bagi anak-anak dengan harapan bisa mengurangi risiko kematian dan penularan Covid 19.


Mengurangi tingkat keparahan saat terkena Covid 19, kemudain pemberian sistem belajar jarak jauh juga perlu diperhatikan dengan mencermati hal penting terutama untuk bisa mengontrol seperti apa kondisi dari PJJ dan juga PTM jika dilihat dari kacamata perhitungan dan upaya pencegahan penularan Covid 19 saat ini.


Meskipun banyak pendapat terutama dari masyarakat dan juga pakar kesehatan menyatakan bahwa sebagian besar gejala dari Covid 19 Omicron tidak memiliki gejala yang berat bahkan hampir sama seperti gangguan flu. Namun, dari seseorang dengan penyakit penyerta ataupun komorbid harus berhati-hati terhadap varian Omicron ini karena perlu penanganan medis lebih lanjut. (Stefanus Bernadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kisah Kelam Keluarga Pendiri Gucci

TELENEWS.ID – Rodolfo Gucci atau biasa dikenal dengan Maurizio D’Ancora merupakan pendiri dan pencipta brand Gucci. Pada awalnya Rodolfo membuat brand Gucci...

Telkomsel Merugi Setelah Investasi di GOTO, Kok Bisa ?

TELENEWS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, Telkomsel melakukan investasi di PT Go To Gojek Tokopedia Tbk. Namun yang aneh...

Polemik Anggota TNI Aktif Dilantik Sebagai PJ Bupati

TELENEWS.ID – Pejabat pengganti Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun ini sudah banyak yang dilantik. Terakhir Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah melantik...

Kedatangan Ten Hag Memberi Angin Segar Bagi Maguire dan Van De Beek

TELENEWS.ID - Erik Ten Hag secara resmi ditunjuk sebagai pelatih utama Manchester United menggantikan Ralf Rangnick untuk musim 2022/2023. Erik datang ke...