Home Metropolitan Karyawan Indopos Catatkan Perselisihan Hubungan Industrial.

Karyawan Indopos Catatkan Perselisihan Hubungan Industrial.

TELENEWS.ID – Sebanyak 35 karyawan koran Harian Indopos yang tergabung dalam Serikat Pekerja Indopos (SP-IP) melakukan pencatatan perselisihan hubungan industrial sebagai dampak penutupan operasional perusahaan sejak 4 Januari 2021 lalu.

Karyawan Indopos didampingi pengacara LBH Pers Ahmad Fathanah Haris, SH dan Mustafa, SH melakukan pencatatan ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta.

Adapun alasan pencatatan adalah karena tidak adanya kejelasan status seluruh 35 karyawan tersebut sejak belasan tahun bekerja di Indopos. Pun setelah berhentinya operasional koran harian tersebut, upah mereka belum dibayarkan sejak Januari. Perusahaan juga belum mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja tertulis secara resmi.

Diketahui, 35 karyawan tetap yang terdiri dari awak redaksi mencakup jurnalis dan layout serta staf pemasaran koran.

“Di lain pihak operasional perusahaan dihentikan sepihak, sehingga kami tidak diberikan pekerjaan,” terang juru bicara karyawan yang juga Sekjen SP-IP Sicilia di Jakarta.

Menurut Sicilia, selain ketidakjelasan status karyawan tersebut, anggota SP-IP juga mencatatkan perselisihan hubungan industrial karena adanya fakta pengupahan di bawah UMP.

Perselisihan ketenagakerjaan tersebut sebetulnya sudah melewati mediasi via Bipartit antara karyawan dengan pihak perusahaan namun tidak mencapai kesepakatan.

Kuasa hukum pekerja Indopos dari LBH Pers, Ahmad Fathanah Haris juga mengatakan seharusnya bila perusahaan sudah tutup operasional maka perusahaan harus memberi kejelasan status bagi karyawan dan memberikan hak-hak sebagaimana diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

”Misalkan perusahaan tutup operasional seharusnya dibayarkan hak-hak karyawan. Seperti pesangon dan kewajiban perusahaan lainnya,” ucap Ahmad Fathanah.

Penghentian operasional PT Indopos Intermedia Press yang menerbitkan koran Harian Indopos diketahui dari pengumuman Direktur Indopos RD melalui WhatsApp Group (WAG) Keluarga Besar Indopos pada Senin 4 Januari 2021.

Baca juga :  DKI Jakarta tampung Tenaga Medis Covid-19 di Hotel Miliknya

Setelah itu, pegawai Indopos yang bernaung di bawah Serikat Pekerja Indopos melakukan mediasi melalui Bipartit sebanyak tiga kali. Tapi dari tiga kali pertemuan itu hanya satu kali Direktur PT Indopos Intermedia Press RD menemui seluruh karyawan, yakni pada Bipartit II.

Sementara itu, RD tidak mau lagi bertemu dengan karyawan Indopos terkait penyelesaian hak-hak karyawan.

Diketahui. RD menawarkan pesangon satu bulan gaji yang sudah dipotong sekitar 50 persen. Namun dalam pertemuan Bipartit II, RD berjanji akan membicarakan lagi masalah pesangon dengan Komisaris Utama PT Indopos Intermedia Press.

Tetapi, sampai sekarang tidak ada kejelasan status para pekerja maupun hak-hak mereka.

Baca juga :  Pengamat Hukum : Status Darurat Sipil Perlu ditinjau secara Hukum

Karena tiga kali pertemuan Bipartit tidak membuahkan hasil, maka kasus sengketa ketenagakerjaan ini dilaporkan kepada Disnaker DKI Jakarta dengan tujuan agar dilakukan pertemuan Tripartit dengan memanggil pimpinan perusahaan tersebut. (Uswatun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ada Apa Denganmu, Emre Can?

TELENEWS.ID - Dikenal sebagai gelandang tengah berkelas kala membela Liverpool, kiprah Emre Can malah kian melempem di Borussia Dortmund saat ini. Apa...

Makan Korban Tewas, Sistem Autopilot Mobil Tesla Jadi Sorotan

TELENEWS.ID - Meski diklaim sebagai kendaraan masa depan, nyatanya sistem teknologi mobil Tesla masih dipertanyakan. Belum lama ini, mobil listrik karya Elon...

Kenali ‘Doorway Effect’, Gejala Mendadak Lupa Saat Hendak Melakukan Sesuatu

TELENEWS.ID - Pernahkah anda seketika lupa hendak melakukan sesuatu sesaat setelah melewati ambang pintu dapur, kamar mandi atau kamar tidur anda? Tenang,...

Sangat Rahasia! Mengintip Sepak Terjang CIA di Dunia

TELENEWS.ID - Amerika Serikat saat ini masih diakui sebagai salah satu Negara adidaya, di mana hampir semua kejadian yang ada di dunia...